SULTRATOP.COM, JAKARTA – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin menemui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI di Jakarta, Rabu (30/9/2026), untuk mendorong penguatan konektivitas transportasi sekaligus mengajukan enam usulan guna mendukung mobilitas masyarakat dan percepatan pembangunan di wilayahnya.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Muna Barat, Darwin mendorong penguatan konektivitas transportasi sebagai salah satu bagian penting dalam mendukung percepatan pembangunan dan meningkatkan akses masyarakat antarwilayah. Hal itu berdasarkan visi dan misinya yakni Muna Barat Liwu Mokesa, Tumbuh, Sehat dan Keren.
Dalam audiensi tersebut, La Ode Darwin didampingi Kepala Dinas Perhubungan Mubar, Liber dan diterima langsung oleh Sekretaris Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI, Erna Titis bersama jajarannya.
Dalam pertemuan itu, La Ode Darwin membahas sejumlah hal yang berkaitan dengan kelancaran transportasi serta penguatan konektivitas antarwilayah, khususnya dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, hingga menunjang aktivitas perekonomian daerah.
Darwin mengatakan, konektivitas bukan sekadar menghubungkan wilayah, tetapi membuka akses masyarakat terhadap ekonomi, pendidikan, kesehatan, pariwisata dan pelayanan publik. Oleh karena itu, transportasi memiliki peran strategis dalam menunjang pembangunan daerah.
“Muna Barat merupakan wilayah kepulauan di Sulawesi Tenggara dengan potensi ekonomi. Ada beberapa tantangan konektivitas yang ada di Muna Barat, yakni tantangan pertama darat, di mana konektivitas antarwilayah membutuhkan dukungan prasarana jalan yang aman dan memadai, kebutuhan perlengkapan keselamatan jalan masih perlu diperkuat, akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan, pelayanan publik dan pusat kegiatan ekonomi membutuhkan angkutan yang lebih terjangkau,” kata La Ode Darwin.
Tantangan kedua, lanjut Darwin, laut atau penyeberangan, di mana mobilitas masyarakat antarpesisir dan antarpulau sangat bergantung pada transportasi penyeberangan. Apalagi, kondisi geografis kepulauan membutuhkan titik-titik penyeberangan yang berfungsi secara optimal, konektivitas menuju pusat ekonomi dan wilayah sekitar Muna Barat perlu diperkuat.
“Masalah utama dan tantangan konektivitas Muna Barat yaitu konektivitas antarwilayah, keselamatan jalan, konektivitas pendidikan, konektivitas pariwisata, dan konektivitas penyeberangan,” ujarnya.
Untuk itu, kata pria yang kerap disapa DW ini, pemerintah daerah mengajukan sebanyak enam usulan dalam audiensi bersama Kemenhub RI.
Usulan pertama berupa perlengkapan jalan, meliputi 100 penerangan jalan umum (PJU), 100 rambu, 50 kilometer marka, 50 rambu pendahulu petunjuk (RPP), 100 delineator, 10 guardrail dan 20 zona selamat sekolah (ZOSS).
Kemudian, usulan kedua yakni penyeberangan Tondasi-Katela-Gala. Selanjutnya, pemerintah daerah mengusulkan revitalisasi Pelabuhan Pajala.
Usulan berikutnya berupa dua unit bus sekolah dan dua unit bus pariwisata. Sementara usulan keenam yakni subsidi penyeberangan Tondasi-Torobulu.
Sementara itu, Sekretaris Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI, Erna Titis menyambut baik audiensi yang dilakukan bersama Bupati Muna Barat, La Ode Darwin bersama jajarannya.
Kata dia, pihaknya mendukung pembangunan yang ada di Muna Barat.
“Tentunya, kami (Kemenhub RI) mendukung pembangunan yang ada di Muna Barat. Demi untuk kelancaran transportasi dan pertumbuhan perekonomian di Muna Barat,” tuturnya. (*/ST)
Laporan: Adin
Editor: Muhamad Taslim Dalma




















