26 May 2024
Indeks

Korban Tewas Gempa Turki-Suriah Capai 5.000 Lebih

  • Bagikan
Kondisi salah satu bangunan usai gempa melanda Turki, Senin 6 Februari dini hari. (Foto: Reuters)

SULTRATOP.COM – Korban tewas gempa Turki-Suriah kini mencapai 5.000 orang lebih.

Wakil Presiden Turki Fuat Oktay mengatakan, korban tewas gempa Turki dan Suriah yang berpusat di tenggara Turki bertambah menjadi 3.419 orang pada Selasa.

Iklan Astra Honda Sultratop

Kini total korban tewas gempa Turki-Suriah menjadi lebih dari 5.000 orang, termasuk korban tewas di Suriah sebanyak 1.600 orang.

Berbicara kepada wartawan, Oktay mengatakan kondisi cuaca buruk menyulitkan tim membawa bantuan ke daerah yang terkena dampak dan melakukan penyelamatan.

Dia mengatakan, hanya kendaraan penyelamat dan bantuan yang boleh masuk atau keluar dari Hatay, Kahramanmaras, dan Adiyaman.

Tiga provinsi itu merupakan yang paling terdampak gempa. Operasi penyelamatan juga difokuskan pada tiga provinsi tersebut dan Malatya.

Jumlah korban tewas diperkirakan masih akan meningkat mengingat banyak orang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Gempa Turki-Suriah pertama melanda saat orang tidur, dan berkekuatan 7,8 SR.

Gempa yang terjadi Senin dini hari itu salah satu gempa paling kuat di wilayah Turki setidaknya dalam satu abad. Getaran gempa bahkan terasa sampai ke Siprus dan Kairo.

Pusat Seismologi Mediterania Eropa (EMSC) mengatakan data awal menunjukkan gempa besar kedua berkekuatan 7,7 SR, dan berada 67 km (42 mil) timur laut Kahramanmaraş, Turki, pada kedalaman 2 km.

Tercatat ada lebih dari 100 gempa susulan yang lebih kecil.

Gempa pertama berpusat di dekat Gaziantep, dan telah merusak kastil bersejarah era zaman Romawi yang ada di daerah itu.

Pada 1999, gempa yang besarnya mirip dengan gempa hari ini di Turki menghancurkan Izmit dan menewaskan lebih dari 17.000 orang.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menggambarkan Senin sebagai bencana terburuk bagi negara itu sejak 1939.

Saat itu gempa bumi menewaskan lebih dari 32.000 orang dan melukai lebih dari 100.000 orang. (—)

Sumber: Reuters



google news sultratop.com
  • Bagikan