SULTRATOP.COM, KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya membangun prestasi olahraga secara berkelanjutan tanpa mengabaikan masa depan atlet.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), saat menghadiri Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra di salah satu hotel di Kendari pada Minggu (25/1/2026).
Forum strategis tersebut menjadi ajang konsolidasi pengurus KONI dan pemangku kepentingan olahraga daerah untuk merumuskan arah pembinaan atlet yang lebih terencana, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang.
Dalam sambutannya, Gubernur ASR menekankan bahwa pencapaian prestasi tidak boleh berhenti pada perolehan medali semata.
Menurutnya, pembinaan atlet harus dibangun dengan dua fondasi utama, yakni pembentukan atlet sejak dini dan pemeliharaan atlet yang telah berprestasi.
“Atlet yang belum berprestasi harus dibina dengan sistem yang tepat. Sementara atlet yang sudah berprestasi wajib dipelihara agar performanya tidak menurun,” ujar ASR.
Ia juga mengingatkan agar ambisi mengejar prestasi tidak mengorbankan masa depan atlet. Pendidikan, pengembangan kapasitas diri, hingga kesiapan hidup setelah pensiun dari dunia olahraga harus menjadi bagian dari desain pembinaan.
“Jangan sampai atlet kita berprestasi di arena, tapi masa depannya terabaikan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Gubernur ASR juga menyinggung potensi olahraga Sultra yang ke depan dapat diarahkan menuju industri olahraga profesional. Cabang unggulan seperti dayung dan renang disebut telah menjadi identitas Sultra di tingkat nasional.
Ia menilai, keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Justru, capaian atlet di tengah minimnya sarana menjadi bukti besarnya potensi yang dimiliki Sultra.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Sultra, Andi Ady Aksar, memaparkan capaian kontingen Sultra pada ajang PON beladiri di Kudus. Meski baru dilantik dan menghadapi berbagai keterbatasan, atlet Sultra berhasil menyumbangkan sembilan medali dari seluruh cabang olahraga yang diikuti.
“Semua cabor menyumbang medali, meskipun belum ada emas. Ini menjadi modal awal. Target ke depan, Sultra harus naik kelas dan mulai berbicara emas,” katanya.
Kata Andi, KONI Sultra tetap berkomitmen memberikan bonus bagi atlet berprestasi sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Menurutnya, Rakerprov menjadi momentum penting untuk menyatukan visi agar pembinaan atlet tidak berjalan sendiri-sendiri. (B/ST)
Kontributor: Ismu Samadhani















