20 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

DPRD Mubar Dorong KKMM Lindungi Warisan Budaya dan Perkuat Kolaborasi Muna Raya

  • Bagikan
DPRD Mubar Dorong KKMM Lindungi Warisan Budaya dan Perkuat Kolaborasi Muna Raya
La Ode Sariba

SULTRATOP.COM, MUNA BARAT – Warisan budaya Muna tidak boleh hanya hidup dalam cerita turun-temurun. Kekayaan budaya itu harus didata, dilindungi, dan memiliki pengakuan hukum agar tidak hilang atau diklaim pihak lain.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi III sekaligus Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Muna Barat, La Ode Sariba, saat menanggapi komitmen Kerukunan Keluarga Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara dalam mendukung pembangunan daerah.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Menurut La Ode Sariba, KKMM sudah saatnya mengambil peran lebih strategis, bukan sekadar menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga motor penggerak kolaborasi Muna Raya dalam pelestarian budaya dan pembangunan.

Ia mendorong KKMM memfasilitasi kerja sama Pemerintah Kabupaten Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah untuk mempercepat inventarisasi, pendokumentasian, serta penerbitan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas berbagai kekayaan budaya Muna, mulai dari ekspresi budaya tradisional, pengetahuan lokal, seni, kerajinan, motif, bahasa, hingga warisan budaya lainnya.

“Kita tidak boleh hanya bangga memiliki budaya yang kaya, tetapi lalai melindunginya. Warisan budaya harus memiliki pengakuan hukum agar tetap menjadi milik masyarakat Muna dan menjadi aset pembangunan di masa depan. Kami berharap KKMM menjadi penghubung yang menyatukan pemerintah daerah, lembaga adat, akademisi, dan masyarakat,” ujar Sariba saat dihubungi melalui telepon, Senin (20/7/2026).

Sariba menegaskan, Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah memang dipisahkan oleh batas administrasi, tetapi memiliki akar sejarah, adat, bahasa, dan budaya yang sama.

“Budaya tidak mengenal batas administrasi. Karena itu, pelestariannya juga harus dilakukan secara bersama. Ketika budaya kita terlindungi melalui HKI, bukan hanya identitas daerah yang semakin kuat, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya,” ucapnya.

Selain pelestarian budaya, Sariba mengapresiasi langkah KKMM yang menggagas program pelayanan sosial berupa penyediaan ambulans, tenda, kursi, dan perlengkapan lainnya untuk masyarakat.

Menurutnya, program tersebut menjadi bukti nyata kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam membantu masyarakat di luar peran pemerintah.

“Ini adalah bentuk gotong royong yang patut diapresiasi. Kehadiran ambulans, tenda, dan berbagai fasilitas sosial akan sangat membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial maupun situasi darurat. Kami berharap program seperti ini dapat menjangkau seluruh wilayah kepengurusan KKMM dan memberi manfaat yang luas,” ujarnya.

Sebagai Anggota Komisi III dan Ketua Bapemperda, La Ode Sariba menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Muna Barat siap mendukung berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Namun menurutnya, kolaborasi antardaerah tidak boleh berhenti pada pelayanan sosial dan pelestarian budaya. Potensi besar lain yang harus menjadi perhatian bersama adalah penguatan konektivitas kawasan melalui Bandara Sugimanuru.

Ia menilai Bandara Sugimanuru merupakan gerbang utama Muna Raya yang melayani mobilitas masyarakat Kabupaten Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah. Oleh karena itu, kelancaran operasional bandara harus dipandang sebagai kepentingan bersama, bukan hanya tanggung jawab satu daerah.

“Bandara Sugimanuru adalah pintu gerbang Muna Raya. Jika konektivitas udara semakin baik, maka pariwisata akan tumbuh, investasi akan lebih mudah masuk, UMKM berkembang, dan roda perekonomian masyarakat akan bergerak lebih cepat. Karena itu, kami berharap ketiga pemerintah daerah dapat membangun komitmen bersama untuk mendukung keberlanjutan operasional bandara ini,” tegasnya.

La Ode Sariba juga mendorong KKMM menjadi fasilitator lahirnya forum kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah untuk menyusun agenda bersama dalam pengembangan pariwisata, promosi budaya, penyelenggaraan festival, hingga penguatan konektivitas transportasi kawasan.

Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan sinergi yang mampu menyatukan potensi budaya, pariwisata, pelayanan sosial, dan infrastruktur sebagai satu ekosistem pembangunan.

“Silaturahmi Akbar KKMM hendaknya menjadi titik awal lahirnya gerakan besar Muna Raya. Jika budaya kita terlindungi, pelayanan sosial semakin kuat, pariwisata berkembang, dan konektivitas transportasi semakin baik, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Inilah kolaborasi yang perlu terus kita bangun demi masa depan Muna Raya yang lebih maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada jati diri budayanya,” tutup La Ode Sariba. (*/ST)

Laporan: Adin
Editor: Jumriati

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan