SULTRATOP.COM, BUTON SELATAN – Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim KKN-PPM Cahea Busel telah memulai pengabdian selama 50 hari di dua desa di Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Tak sekadar menjalankan program kuliah kerja nyata (KKN), mereka membawa misi mengoptimalkan potensi maritim dan sumber daya lokal, termasuk menyiapkan Blue Coast Eco Festival sebagai ajang promosi pesisir yang diproyeksikan mendukung Sail to Indonesia 2026 dan membuka peluang eksposur hingga tingkat internasional.
Selama masa pengabdian sejak 19 Juni sampai 9 Agustus 2026, para mahasiswa tinggal, belajar, sekaligus berkolaborasi dengan masyarakat di Desa Gaya Baru, Kecamatan Lapandewa, dan Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa. Kehadiran mereka diharapkan mampu melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan desa berbasis potensi lokal.
Di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan (DPL), Nur Rokhman, Tim KKN-PPM Cahea Busel mengusung tema “Pendekatan Multisektoral dalam Optimalisasi Potensi Maritim dan Sumber Daya Lokal sebagai Pilar Utama Pembangunan Berkelanjutan di Desa Gaya Baru dan Gerak Makmur”. Tema tersebut menjadi landasan berbagai program pemberdayaan yang dijalankan selama KKN.
“Mahasiswa menjadi agen perubahan yang akan mengidentifikasi potensi di Kabupaten Buton Selatan dan mengakselerasi perkembangannya. Kerja nyata yang dilakukan oleh mahasiswa akan mengasah kepekaan sosial, budaya, dan menemukan solusi tepat setiap problem yang dihadapi,” ujar Nur Rokhman.
Semangat kolaborasi menjadi kekuatan utama Tim Cahea Busel. Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang tergabung dalam klaster Sosial Humaniora (Soshum), Sains dan Teknologi (Saintek), Medika, dan Agro bersinergi mengembangkan program pada sektor pemerintahan, pariwisata, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah Blue Coast Eco Festival: Gelora Pesisir Menuju Sail to Indonesia 2026. Festival ini akan memadukan promosi budaya, pengembangan UMKM, serta pariwisata berkelanjutan berbasis potensi pesisir melalui berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari persiapan menuju Sail to Indonesia 2026 sekaligus memperluas eksposur Buton Selatan di tingkat internasional. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, festival ini juga dirancang untuk memperkuat identitas lokal melalui pelibatan generasi muda serta mengintegrasikan pelestarian budaya dengan inovasi teknologi.
Sesuai namanya, “Cahea Busel”, tim ini ingin menjadi cahaya yang membawa harapan bagi masyarakat Buton Selatan. Bukan sekadar hadir selama masa KKN, tetapi ikut menumbuhkan potensi desa agar mampu berkembang secara mandiri.
Di sisi lain, pengalaman hidup dan mengabdi di tengah masyarakat juga menjadi ruang belajar bagi para mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi kehidupan masyarakat. (===)
Editor: Muhamad Taslim Dalma



















