SULTRATOP.COM, MUNA BARAT —Menjelang peringatan Hari Tani Nasional, upaya menjaga stabilitas dan ketahanan pangan di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, terus menunjukkan perkembangan positif. Di tengah tantangan musim kemarau, sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani menjadi salah satu kunci untuk menjaga produktivitas lahan tetap berjalan.
Kehadiran program pemerintah dirasakan langsung oleh para petani melalui berbagai bentuk bantuan. Salah satunya berupa bantuan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar untuk mengoperasikan pompa air, guna mendukung pengairan sawah tadah hujan yang terdampak kekeringan.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Lakalamba, Ahmad Malindo, menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, bantuan BBM untuk pengairan sangat krusial karena mampu membantu menyelamatkan sekitar 60 hektare lahan padi yang sebelumnya mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Selain penanganan dampak kekeringan, program reguler pemerintah dalam mendukung modernisasi pertanian juga terus berjalan. Sejumlah kelompok tani di wilayah tersebut telah menerima bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), mulai dari hand tractor atau traktor roda dua hingga traktor roda empat.
Meski demikian, Ahmad mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan. Beberapa alat pertanian yang merupakan bagian dari program tahun sebelumnya mengalami kerusakan mekanis sehingga belum dapat beroperasi secara maksimal.
“Meskipun ada dinamika di lapangan, beberapa alat yang merupakan bantuan program sebelumnya mengalami kerusakan mekanis. Namun, para petani tetap berupaya melakukan perbaikan secara mandiri agar alat tersebut dapat segera digunakan kembali untuk mengolah lahan,” kata Ahmad Malindo di Lakalamba, Kamis (24/9/2026).
Dukungan pemerintah juga diberikan melalui penyediaan pupuk bersubsidi yang dapat ditebus petani melalui kios-kios resmi. Selain itu, terdapat pula program pembagian bibit jagung secara gratis kepada petani.
Berbagai bantuan tersebut dinilai dapat menjadi penyangga bagi petani dalam menghadapi tingginya biaya produksi sekaligus membantu menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Penyuluh Pertanian Ahli Madya Kabupaten Muna Barat, La Ode Asmar menjelaskan bahwa seluruh penyaluran bantuan ini merupakan bentuk nyata komitmen Kementerian Pertanian yang disalurkan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Muna Barat. Ia menegaskan bahwa distribusi bantuan didasarkan pada usulan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) yang diajukan langsung oleh masing-masing kelompok tani, sehingga bantuan yang turun dipastikan sesuai dengan kebutuhan spesifik di lapangan.
“Sebagai perpanjangan tangan pemerintah, kami tim penyuluh juga secara konsisten turun ke lapangan. Peran mereka tidak hanya sekadar mengawasi penyaluran bantuan, tetapi juga mendampingi, mengajari, dan membimbing para petani terkait teknik budidaya dan kelola tanam yang tepat,” tuturnya.
Momentum Hari Tani Nasional ini menjadi refleksi sekaligus harapan bagi para petani. Meskipun dihadapkan pada cuaca ekstrem dan kendala teknis peralatan, semangat bertani tidak surut.
Mewakili para petani, Ahmad Malindo berharap ke depannya pemerintah dapat terus memperkuat dukungannya, baik melalui penambahan unit mesin pertanian, kelancaran akses pupuk, hingga ketepatan waktu distribusi bibit sebelum musim tanam tiba. Harapan ini menjadi pijakan kuat untuk terus mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh di Muna Barat. (*/ST)
Laporan: Adin
Editor: Jumriati


















