12 September 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Jurnalis Kendari Gelar Doa Bersama

  • Bagikan
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Jurnalis Kendari Gelar Doa Bersama
UKM Pers Mahasiswa IAIN Kendari memegang poster “Tidak Ada Berita Seharga Nyawa” dalam barisan lingkaran. (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

SULTRATOP.COM, KENDARI — Forum Jurnalis Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas dan ikhtiar untuk lima jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, antara Pulau Jawa dan Sumatera.

Aksi solidaritas tersebut diikuti sejumlah organisasi profesi jurnalis, di antaranya Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sultra, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra, Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sultra, serta wartawan dari berbagai media online.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Agustus 2026

Puluhan jurnalis berdiri membentuk lingkaran sambil membawa poster berisi pesan harapan. Di antaranya bertuliskan, “Doa kami untuk kepulangan kawan kami” dan “Ayo pulang, kawan. Kami semua menunggu.”

Suasana haru dan hening menyelimuti prosesi doa. Sejumlah jurnalis menyalakan lilin, sementara lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar mengiringi doa untuk keselamatan para rekan sejawat yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Mereka berharap kelima jurnalis tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

Ketua AJI Kendari, Nursadah Kurani, mengatakan doa bersama tersebut merupakan bentuk ikhtiar dan dukungan moral bagi keselamatan lima jurnalis serta tiga orang lainnya yang turut hilang kontak.

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Jurnalis Kendari Gelar Doa Bersama
Beberapa lembaga pers, seperti AJI Kendari, IJTI Sultra, PWI Sultra hingga KKJ Sultra turut serta memanjatkan doa bersama untuk keselamatan kelima rekan yang hilang. (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

“Lima kawan wartawan belum jelas status keadaannya. Hingga kini, kabar baik belum juga kami terima. Namun, proses pencarian masih terus diupayakan oleh pihak terkait,” kata Nursadah Kurani di hadapan awak media, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Nursadah, peristiwa tersebut menjadi momentum bagi seluruh jurnalis untuk kembali merenungkan dan mengevaluasi mekanisme peliputan, terutama ketika menjalankan tugas di wilayah bencana.

Menurutnya, jurnalis perlu memahami kondisi dan tingkat risiko suatu wilayah sebelum melakukan peliputan agar keselamatan tetap menjadi prioritas.

Prinsip jurnalistik yang populer dengan jargon “tidak ada berita seharga nyawa”, kata Nursadah, semestinya menjadi pegangan bagi setiap jurnalis ketika bertugas di wilayah bencana maupun daerah konflik.

“Kita tidak boleh abai dalam peliputan berisiko, seperti di tempat bencana. Jangan lupakan keselamatan meskipun tugas kita adalah mengabadikan momen, menulis berita sampai proses penerbitan,” tegasnya.

Ia berharap kelima jurnalis tersebut segera ditemukan dan memberikan kabar baik kepada keluarga maupun rekan-rekan sejawat yang saat ini masih menunggu.

Nursadah juga meminta keluarga para jurnalis untuk tetap bersabar sembari menunggu proses pencarian yang dilakukan tim gabungan Basarnas.

Kenangan Rekan Sejawat

Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Sultra, Zabur Karuru, turut menyampaikan kenangannya terhadap sejumlah jurnalis yang kini masih dalam pencarian.

Zabur mengungkapkan, ketika bertugas di Jakarta pada 2011, dirinya pernah bekerja bersama sejumlah jurnalis tersebut. Salah satu yang paling dikenangnya adalah Arie Basuki, jurnalis Merdeka, yang akrab disapa Abbas.

Menurut Zabur, Arie Basuki merupakan salah satu senior yang kerap memberikan arahan dan wejangan kepada jurnalis ketika menjalankan tugas di lapangan.

“Sering liputan bareng dan hunting untuk Metro Jakarta, begitu pula dengan Yudistiro. Kalau Donal Husni, saya pernah liputan bersama sekitar 2012 sampai 2013,” ungkap Zabur.

Kenangan tersebut membuat Zabur merasa sedih dan berharap seluruh jurnalis yang hilang kontak dapat segera ditemukan.

Berikut nama jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau:

1. M. Bagus Khoirunnas – Jurnalis Antara

2. Arie Basuki – Jurnalis Merdeka

3. Yudistiro Pranoto – Jurnalis iNews

4. Firdaus Wajidi – Jurnalis Anadolu

5. Donal Husni – Jurnalis Freelance

6. Warta – Kapten Kapal

7. Surakman – ABK

8. Heriyanto – Guide (B/ST)

Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Jumriati

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan
Jadikan Sultratop.com sumber preferensi berita Anda.
Sumber Terverifikasi Kelola Preferensi →
  • Bagikan