3 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Sahabat Bumi Dorong Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Soroti Penuhnya TPAS Puuwatu

  • Bagikan
Sahabat Bumi Dorong Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Soroti Penuhnya TPAS Puuwatu
Komunikasi Sahabat Bumi Kota Kendari swafoto bersama setelah melakukan aksi bersih-bersih di ruang terbuka hijau (RTH) Kendari Water Sport, Jumat (3/7/2026). (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

SULTRATOP.COM, KENDARI — Meningkatnya volume sampah yang terus membebani Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Puuwatu mendorong Komunitas Sahabat Bumi mengajak masyarakat mulai mengelola sampah dari rumah tangga. Edukasi pengolahan sampah organik melalui komposter hingga penguatan bank sampah dinilai menjadi solusi untuk mengurangi timbunan sampah yang berakhir di TPA.

Gagasan tersebut disampaikan Komunitas Sahabat Bumi saat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia melalui aksi bersih-bersih di ruang terbuka hijau (RTH) kawasan Kendari Water Sport, Jalan Ir. H. Alala, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Jumat (3/7/2026). Kegiatan itu melibatkan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Ketua Komunitas Sahabat Bumi, Yusnani, mengatakan persoalan sampah tidak bisa lagi dipandang sebagai masalah kebersihan semata. Menurutnya, pengelolaan sampah yang tidak optimal turut berkontribusi terhadap persoalan lingkungan dan perubahan iklim.

“Kenapa kami sangat konsen terhadap sampah? Karena pemanasan global juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang buruk. Apalagi kondisi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Puuwatu saat ini sudah sangat padat,” kata Yusnani.

Ia menjelaskan, meningkatnya volume sampah setiap hari menyebabkan antrean panjang truk pengangkut sampah di TPAS Puuwatu. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Karena itu, Komunitas Sahabat Bumi mendorong masyarakat mulai memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik, kata Yusnani, dapat diolah menjadi kompos menggunakan komposter sehingga tidak seluruhnya dibuang ke TPA.

“Selama ini sebagian besar masyarakat masih memahami bahwa sampah cukup dibuang. Padahal, sampah organik bisa diolah kembali sehingga tidak semuanya berakhir di tempat pembuangan akhir,” ujarnya.

Selain pengelolaan sampah organik, pihaknya juga mendorong pembentukan dan penguatan bank sampah hingga tingkat kelurahan dan rukun warga (RW). Menurutnya, keberadaan bank sampah yang didukung sarana dan prasarana memadai dapat membantu mengurangi timbunan sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Yusnani berharap aksi bersih-bersih dan edukasi lingkungan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan.

“Dari kegiatan hari ini, kami mengumpulkan belasan kantong sampah. Sebagian besar berupa kemasan plastik yang masih memiliki nilai ekonomi dan dapat disalurkan ke bank sampah. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan agar kepedulian masyarakat terhadap lingkungan semakin meningkat,” pungkasnya. (B/ST)

Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Jumriati

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan