SULTRATOP.COM, KOLAKA UTARA – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pakue, Kabupaten Kolaka Utara, menerima bantuan dana revitalisasi sebesar Rp984 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Saat ini, progres pengerjaan rehabilitasi kantor dan tiga ruang kelas telah mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan rampung tepat waktu pada September 2026, sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Kepala SMAN 1 Pakue, M. Sahur Haryum, mengatakan bantuan revitalisasi tersebut menjadi angin segar bagi sekolah karena sejumlah bangunan, terutama ruang kelas dan ruang kantor, sudah mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga membutuhkan perbaikan pada bagian atap dan plafon.
Ia menjelaskan, pekerjaan revitalisasi dikelola secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (PPSP) dengan sistem borongan. Pengerjaan dimulai pada akhir Juni 2026 dengan masa pelaksanaan selama 120 hari.
“Alhamdulillah, untuk revitalisasi 2026 ini SMA Negeri 1 Pakue mendapat rehab kantor dan tiga ruang kelas. Progres pengerjaan dimulai akhir Juni dengan masa pekerjaan 120 hari. Saat ini atap sudah terpasang sehingga progresnya sekitar 50 sampai 60 persen,” ujar M. Sahur Haryum kepada SULTRATOP.COM, Kamis (30/7/2026).
Ia merinci, rehabilitasi berat dilakukan pada ruang kantor yang meliputi ruang Tata Usaha (TU), ruang kepala sekolah, dan ruang wakil kepala sekolah. Sementara itu, tiga ruang kelas yang direhabilitasi adalah ruang kelas XI-5, XI-6, dan XI-7.
Menurutnya, anggaran revitalisasi untuk rehabilitasi ruang kantor mencapai sekitar Rp510 juta, sedangkan rehabilitasi tiga ruang kelas menelan anggaran lebih dari Rp400 juta.
“Kalau bahan material sudah kami siapkan. Tinggal proses pengerjaan oleh tukang. Dua gedung yang direhab itu, sekitar kantor Rp510 juta dan tiga ruang kelas sekitar Rp400 juta lebih,” jelasnya.
Sahur menambahkan, proses pembangunan terus dipacu agar seluruh ruangan dapat segera digunakan siswa. Hingga saat ini, ketersediaan bahan material tidak mengalami kendala sehingga pekerjaan diyakini dapat selesai sesuai target.
Meski memiliki 789 siswa dan jumlah ruang kelas dinilai masih mencukupi, ia mengakui sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana penunjang, terutama mobiler berupa meja dan kursi siswa.
Karena itu, ia berharap program revitalisasi sekolah dapat terus berlanjut sehingga kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di SMA Negeri 1 Pakue semakin lengkap dan mampu menunjang kualitas pembelajaran.
“Selain mobiler, kami juga masih membutuhkan gedung Tata Usaha, ruang OSIS, ruang Palang Merah Remaja (PMR), dan yang paling mendesak adalah jaringan internet beserta perangkat komputer karena kami akan melaksanakan tes kompetensi siswa kelas XII,” pungkasnya. (B/ST)
Laporan: Rusman Edogawa
Editor: Muhamad Taslim Dalma















