SULTRATOP.COM — Penantian panjang masyarakat Kabupaten Buton Utara (Butur) untuk melihat mutiara terbaiknya bertugas di Istana Negara akhirnya terbayar tuntas. Waode Bintang Adisya, siswi SMAN 1 Kulisusu, sukses memecahkan rekor sebagai perwakilan Paskibraka Nasional pertama dari Butur dalam kurun waktu sedikitnya 13 tahun terakhir.
Bintang akan mengemban amanah sebagai wakil putri Sultra bersama Laode Reyhan Putra Satria Korwa dari SMAN 2 Baubau. Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pembinaan Paskibraka di Sulawesi Tenggara kini kian merata.
Jejak Prestasi Wakil Sultra di Paskibraka Nasional
Perjalanan Sulawesi Tenggara di tingkat nasional menyimpan banyak catatan membanggakan. Pada 2013, Sultra diwakili oleh Fakhtul Manan (SMAN 1 Raha) dan Adelana Tesalonika Riswantyo (SMAN 4 Kendari). Tahun tersebut menjadi salah satu pencapaian emas karena Adelana, yang akrab disapa Dea, dipercaya sebagai pembawa baki Bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan HUT ke-68 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka. Hingga kini, Dea masih menjadi satu-satunya wakil Sultra yang pernah mendapat kehormatan tertinggi tersebut.
Regenerasi berlanjut pada 2014 melalui Muh. Faisal Gavoer dan Siti Nurfitrayani Andigoa yang dipercaya mengemban amanah mewakili Sulawesi Tenggara di Jakarta.
Memasuki 2015, estafet itu diteruskan oleh Muhammad Faisal Sarlan, siswa SMAN 1 Uepai (Kabupaten Konawe), bersama Chintya Arliana Putri (SMAN 1 Kendari). Faisal tidak hanya menjadi wakil Sultra, tetapi juga dipercaya memegang peran penting sebagai pembentang Bendera Merah Putih dalam formasi Pasukan 8 (Tim Nakula) pada upacara penurunan bendera HUT ke-70 RI di Istana Merdeka.
Setahun kemudian, pada 2016, Syukran Maulana dari MAN 1 Muna dan Beatrix Tinduku dari SMAN 1 Kendari melanjutkan tradisi Sultra dalam mengirimkan putra-putri terbaiknya ke Istana Negara.
Pada 2017, giliran Anggi Suhandar dari SMAN 1 Wundulako (Kabupaten Kolaka) serta Ita Safitri dari SMAN 11 Konawe Selatan yang maju ke tingkat nasional.
Tradisi itu terus terjaga pada 2018 melalui Muhammad Rezkyawan Ridwan (SMAN 4 Kendari) dan Tarisya Ramadhani Tawakal (SMAN 2 Raha, Kabupaten Muna).
Kemudian pada 2019, Sultra mengirimkan Muhammad Arief Wijaya dari SMAN 2 Kendari bersama Lestari Puspita Sari dari SMAN 1 Baubau. Arief mencatatkan diri sebagai satu-satunya wakil Sultra yang mendapat kesempatan bertugas dua kali di tingkat nasional.
Sebab, saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020, pemerintah tidak menggelar seleksi Paskibraka seperti biasa. Upacara HUT RI di Istana hanya melibatkan anggota Paskibraka angkatan 2019. Arief Wijaya pun kembali dipercaya mengemban tugas mewakili Sultra sekaligus menjadi satu-satunya wakil dari Pulau Sulawesi saat itu.
Memasuki 2021, Sultra diwakili oleh Aditya Arya Anandtha Bahtiar (SMAN 1 Kendari) dan Ainun Jahria Ismail (SMKN 3 Baubau). Ainun hampir mencatat sejarah baru setelah berhasil menembus tiga besar kandidat pembawa baki utama bersama wakil dari Bali dan Sulawesi Utara.
Pada 2022, Sulawesi Tenggara mengirimkan Arnold Steven Sinaga (SMAN 4 Kendari) dan Divani Alifia Siswanto (SMAN 1 Kendari). Pada tahun ini, Arnold tergabung dalam Tim Pancasila Sakti pada upacara penurunan bendera dan bertugas sebagai Komandan Kelompok 8.
Estafet prestasi berlanjut pada 2023 melalui Wiradinata Setya Persada (SMAN 1 Baubau) bersama Nadira Syalvallah (SMAN 2 Baubau). Pada tahun tersebut, seleksi Paskibraka Sultra sempat menjadi sorotan publik yang luas akibat dinamika pergantian nama. Sebelum hasil final diumumkan secara resmi, nama Doni Amansa, siswa asal SMAN 1 Unaaha (Konawe), sempat dinyatakan lolos dalam seleksi awal. Namun, berdasarkan hasil nilai akhir, posisi tersebut pada akhirnya ditempati oleh Wiradinata.
Selanjutnya pada 2024, Sultra diwakili oleh Aldiyansyah Rahmat (SMAN 1 Wangi-Wangi, Wakatobi) dan Lutfiyah Naurasyifa Utoyo (SMAN 1 Kendari) untuk bertugas pada upacara HUT ke-79 RI di Ibu Kota Nusantara (IKN). Lutfiyah mengemban tugas sebagai cadangan pembawa baki dalam Tim Nusantara Baru pada upacara penaikan bendera.
Kemudian pada 2025, giliran Muhammad Faiq Alimuddin dari MAN 1 Kendari dan Waode Alika Zea Chanidya dari SMAN 1 Lawa (Kabupaten Muna Barat) yang mengharumkan nama Sulawesi Tenggara di tingkat nasional.
Tonggak Sejarah Baru Buton Utara
Kini pada tahun 2026, sejarah baru benar-benar tercipta di Buton Utara. Sejak resmi mekar sebagai kabupaten mandiri pada 2007 silam, penantian panjang Buton Utara untuk mengirimkan mutiara terbaiknya ke panggung nasional akhirnya terbayar tuntas lewat pembuktian Waode Bintang Adisya.
Keberhasilan siswi SMAN 1 Kulisusu ini sekaligus mengakhiri dahaga prestasi dalam sedikitnya 13 tahun terakhir perjalanan Paskibraka Nasional asal Sulawesi Tenggara yang terdokumentasi secara digital.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan Paskibraka di Sulawesi Tenggara kian hari semakin merata. Jika di tahun-tahun sebelumnya daerah penyumbang wakil nasional kerap didominasi oleh Kota Kendari, Kota Baubau, Muna, Kolaka, Konawe, Konawe Selatan, Wakatobi, hingga Muna Barat, kini Buton Utara dengan bangga resmi mencatatkan namanya dalam lembar sejarah emas tersebut.
Lebih dari sekadar mengirim seorang wakil ke Istana Negara, keberhasilan Buton Utara menjadi simbol bahwa kesempatan meraih prestasi tertinggi di tingkat nasional terbuka lebar bagi seluruh pelajar di seantero Bumi Anoa, tanpa memandang batas geografis. Sebuah tonggak baru yang diharapkan mampu menjadi pemantik api inspirasi bagi daerah-daerah lain di Sultra untuk terus melahirkan generasi terbaik pada tahun-tahun mendatang. (—)
Penulis: Jumriati
Catatan Redaksi:
Data dalam artikel ini dihimpun berdasarkan rekam jejak digital dan arsip dokumentasi prestasi Paskibraka Nasional asal Sulawesi Tenggara yang terverifikasi sejak tahun 2013 hingga 2026. Jika Anda memiliki data valid atau informasi tambahan mengenai keterwakilan Kabupaten Buton Utara pada periode tahun 2007–2012, Anda dapat menghubungi redaksi kami.

















