9 June 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Kredit Perbankan Tumbuh 9,98 Persen, DPK Tembus Rp10.077 Triliun

  • Bagikan
Kredit Perbankan Tumbuh 9,98 Persen, DPK Tembus Rp10.077 Triliun
Ilustrasi

SULTRATOP.COM, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja intermediasi perbankan nasional tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga hingga April 2026. Penyaluran kredit tumbuh 9,98 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp8.755 triliun.

Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen, disusul Kredit Konsumsi sebesar 6,13 persen, serta Kredit Modal Kerja yang tumbuh 6,04 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas pembiayaan di sektor produktif masih menjadi penopang utama.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Dari sisi debitur, kredit korporasi tumbuh 15,51 persen yoy, menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi. Sementara itu, kredit UMKM mulai menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan 0,16 persen yoy, meningkat dibanding bulan sebelumnya.

Berdasarkan kepemilikan bank, kredit yang disalurkan bank BUMN tumbuh paling tinggi sebesar 14,35 persen yoy.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatat pertumbuhan solid sebesar 11,39 persen yoy menjadi Rp10.077 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan giro sebesar 16,99 persen, tabungan 9,00 persen, dan deposito 8,65 persen.

OJK mencatat likuiditas industri perbankan masih berada pada level yang memadai. Rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) tercatat sebesar 111,13 persen, sementara Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 25,39 persen, keduanya masih jauh di atas ambang batas ketentuan.

Dari sisi ketahanan likuiditas jangka pendek, Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada pada level 192,37 persen, menunjukkan posisi likuiditas perbankan yang kuat.

Kualitas kredit juga relatif terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,17 persen dan NPL net sebesar 0,84 persen. Sementara itu, rasio Loan at Risk (LaR) tercatat sebesar 8,82 persen.

Dari sisi profitabilitas, Return on Assets (ROA) perbankan berada di level 2,46 persen, mencerminkan kinerja yang masih stabil di tengah dinamika ekonomi global.

Adapun permodalan industri perbankan tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,97 persen, meskipun lebih rendah dibanding periode sebelumnya setelah memperhitungkan pembagian dividen. Tingkat permodalan ini dinilai masih memadai sebagai penyangga risiko.

OJK menegaskan bahwa secara keseluruhan sektor perbankan tetap resilien dengan fungsi intermediasi yang berjalan baik, didukung likuiditas yang kuat serta kualitas aset yang terjaga. (—)

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan