SULTRATOP.COM, KENDARI – Perusahaan kosmetik asal Prancis, L’Oréal, mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat sekaligus upaya pelestarian lingkungan.
Program tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas pengelolaan sampah plastik di Bank Sampah Kodya, Kelurahan Watu-Watu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.
Dalam pelaksanaannya, L’Oréal bekerja sama dengan Naturevolution Indonesia membangun gedung bank sampah sebagai pusat pengumpulan dan pengelolaan sampah plastik dari masyarakat. Selain gedung baru, bantuan juga mencakup berbagai sarana pendukung, seperti kebun organik, timbangan, meja, kursi, buku tabungan, serta perlengkapan operasional lainnya.
Waste Management Leader Naturevolution Indonesia, Purnomo Setiawan, mengatakan pihaknya berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan L’Oréal dengan masyarakat sehingga program tersebut dapat direalisasikan di Kota Kendari.
“Kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan L’Oréal kepada masyarakat Kodya. Kami berperan meyakinkan L’Oréal sekaligus menjadi fasilitator agar persoalan sampah plastik di Kota Kendari mendapat solusi yang nyata,” ujar Purnomo saat ditemui awak media, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Purnomo, pengelolaan sampah plastik di Bank Sampah Kodya tidak lepas dari peran aktif kaum perempuan yang menjadi motor penggerak di tingkat masyarakat. Selama beberapa tahun terakhir, mereka dinilai berhasil mengurangi volume sampah plastik yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu.
“Seluruh kaum ibu telah mampu menekan penggunaan plastik sekali pakai sehingga menciptakan ekonomi sirkular di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, meski volume sampah plastik yang terkumpul setiap bulan masih di bawah satu ton, Bank Sampah Kodya dinilai memiliki sistem administrasi yang tertib. Bank sampah tersebut juga melayani penyetoran sampah plastik setiap hari Sabtu, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WITA.

Sepanjang 2026, Bank Sampah Kodya tercatat memiliki sekitar 150 nasabah aktif yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari warga, rumah makan, sekolah, hotel, perkantoran, hingga Bank BPD Sulawesi Tenggara.
Purnomo mengungkapkan, rata-rata sampah plastik yang diangkut dari Bank Sampah Kodya mencapai sekitar 500 kilogram setiap bulan atau sekitar 6 ton dalam setahun.
“Selama lima tahun terakhir, total sampah plastik yang berhasil kami kumpulkan dari Bank Sampah Kodya telah mencapai sekitar 30 ton,” ujarnya. (B/ST)
Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Jumriati














