SULTRATOP.COM, KENDARI – Identitas pria yang ditemukan tewas terseret arus banjir di aliran Kali Lasolo, Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, akhirnya terungkap. Korban bernama Natalis alias Talis (42) ternyata merupakan mantan narapidana kasus narkoba yang disebut masih menjadi target pemantauan aparat kepolisian karena diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika antarprovinsi.
Jasad korban ditemukan sekitar pukul 16.00 Wita pada Minggu (10/5/2026) sore di kawasan Air Jatuh, permukiman Lorong Lasolo, RT01/RW01, Kelurahan Sanua, setelah banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari akibat hujan deras berintensitas tinggi.
Kasat Narkoba Polresta Kendari, AKP Andi Musakkir Musni, mengatakan korban merupakan mantan narapidana narkoba yang sebelumnya telah bebas, tapi masih terus dipantau aparat karena diduga kembali terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.
“Beliau ini mantan napi narkoba dan sudah keluar, namun berdasarkan informasi yang berkembang dia masih mengendalikan perdagangan narkotika dari luar Kendari dengan menghubungkan jaringan ke wilayah Medan,” kata AKP Andi Musakkir saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Ia mengungkapkan, korban diduga mengendalikan peredaran narkotika lintas provinsi. Meski demikian, polisi masih mendalami keterlibatan korban karena belum mengantongi bukti kuat.
“Saat ini korban masih dalam keadaan divisum di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, jadi masih menunggu hasil visum keluar,” ujarnya.
Andi Musakkir menambahkan, informasi dari sumber kepolisian menyebut almarhum masih aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak luar terkait dugaan transaksi narkotika.
“Meskipun korban sudah meninggal, kami masih berupaya menelusuri jejak-jejak keterlibatan anak buahnya apakah masih terlibat atau tidak,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Kendari pada Minggu (10/5/2026) menyebabkan dua korban jiwa. Selain Natalis, seorang balita berusia lima tahun juga meninggal dunia setelah hanyut saat bermain hujan dan ditemukan mengapung sekitar satu kilometer dari lokasi awal kejadian. (B/ST)
Laporan: Bambang Sutrisno



















