13 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Banjir Rendam Jalan Pemuda Kendari, Warga: Bulan Mei Sudah 3 Kali Urus Lumpur

  • Bagikan
Banjir Rendam Jalan Pemuda Kendari, Warga: Bulan Mei Sudah 3 Kali Urus Lumpur
Warga di Jalan Pemuda, Kelurahan Wua-Wua, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari kembali direndam banjir setinggi betis orang dewasa, Minggu (24/5/2026). (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

SULTRATOP.COM, KENDARI — Kawasan Jalan Pemuda, Kelurahan Wua-Wua, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, kembali terendam banjir setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu (24/5/2026) sore.

Hujan deras yang mengguyur selama kurun waktu satu jam tersebut membuat volume air meningkat drastis. Akibat buruknya sistem drainase yang dipenuhi sedimentasi lumpur yang mengendap, air dengan cepat meluap hingga setinggi lutut orang dewasa dan menerjang permukiman warga.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Salah satu warga yang terdampak, Teti, mengungkapkan bahwa petaka banjir di kawasan Jalan Pemuda ini bukan hal baru, melainkan sudah menjadi langganan selama belasan tahun. Kondisinya pun dinilai kian parah dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang Mei 2026 saja, wilayah mereka tercatat sudah dihantam banjir sebanyak tiga kali.

“Banjir ini sudah terjadi sejak tahun 2013. Kami sudah sangat lelah menghadapi situasi ini. Setiap kali hujan deras turun, air dengan sangat cepat naik. Sekarang kondisinya jauh lebih parah,” keluh Teti kepada awak media di lokasi kejadian.

Menurut Teti, luapan air tersebut diduga kuat berasal dari aliran kali yang berada persis di samping permukiman warga. Kali tersebut disinyalir sudah tidak mampu lagi menampung tingginya debit air luapan.

Kondisi ini diperparah oleh penumpukan sedimentasi lumpur, material kayu, hingga sampah yang mengular di sepanjang aliran air, sehingga memicu pendangkalan yang masif secara singkat. Masalah sumbatan pada drainase warga turut andil membuat air terkunci dan masuk ke dalam rumah.

Nestapa warga terasa kian pilu karena beberapa saat sebelum banjir datang, mereka baru saja selesai bergotong-royong membersihkan lingkungan.

“Tadi pagi kami bersama warga lainnya sebenarnya sudah kerja bakti membersihkan sisa lumpur di badan jalan dan mengeruk saluran comberan. Eh, sorenya malah dihantam banjir lagi. Capek sekali rasanya, mau menyerah saja,” imbuh Teti.

Akibat trauma dan kelelahan fisik karena harus terus-menerus membersihkan rumah dari kepungan air bercampur lumpur, sebagian warga memilih untuk mengungsi dan meninggalkan kediaman mereka sementara waktu. Bahkan, tidak sedikit warga yang akhirnya rela menjual rumah mereka demi bisa keluar dari lingkaran banjir menahun tersebut.

Teti bersama warga lainnya sangat berharap ada tindakan nyata dan solusi konkret dari Pemerintah Kota Kendari untuk mengatasi benang kusut banjir di wilayah mereka. (B/ST)

Laporan: Bambang Sutrisno

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan