SULTRATOP.COM, KENDARI – Banjir yang sempat mengepung permukiman warga di bantaran Kali Wanggu, Jalan Haji Lamuse, Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari, mulai surut. Namun, penderitaan warga belum berakhir.
Endapan lumpur hitam yang ditinggalkan banjir kini menebarkan bau menyengat hingga membuat sebagian warga memilih bertahan di posko pengungsian dan masjid karena merasa tidak nyaman kembali ke rumah mereka.
Fenomena tersebut mendorong sejumlah warga tidak kembali ke rumah, menunggu bau lumpur berkurang. Bau menyengat dari endapan lumpur pascabanjir dinilai mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga, terutama anak-anak.
Korban banjir Kali Wanggu, Nur Janna, saat ditemui di lokasi pengungsian mengaku belum berani kembali menetap di rumahnya meski banjir telah surut dan proses pembersihan dilakukan.
“Kita sebenarnya ini mau pulang ke rumah setelah membersihkan, tapi karena bau sekali sisa endapan lumpur yang dibawa banjir ya terpaksa bertahan dulu di posko pengungsian warga,” ungkap Nur Janna kepada awak media.
Ia mengungkapkan, selama bertahun-tahun menjadi langganan banjir, baru kali ini lumpur sisa banjir menimbulkan bau yang begitu menyengat.
“Baru di tahun ini banjir kita dapat lumpur bau menyengat, tidak kuat kita hirup, nanti mengganggu anak-anak. Insyaallah setelah beberapa hari ke depan kita tunggu biar baunya berkurang,” ucapnya. (B/ST)
Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Muhamad Taslim Dalma

















