30 June 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

10 Balon Rektor UHO Paparkan Visi dan Misi, Mayoritas Usung Transformasi Digital hingga Daya Saing Global

  • Bagikan
10 Balon Rektor UHO Paparkan Visi dan Misi, Mayoritas Usung Transformasi Digital hingga Daya Saing Global
Proses Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) memasuki tahapan penting dengan penyampaian visi dan misi 10 bakal calon (Balon) rektor yang digelar di Auditorium Mokodompit UHO, Selasa (30/6/2026). (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Proses pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari periode 2026-2030 memasuki tahapan penting dengan penyampaian visi dan misi 10 bakal calon (balon) rektor yang digelar di Auditorium Mokodompit UHO pada Selasa (30/6/2026).

Pemaparan visi dan misi diawali oleh Dr. Baru Sadarun. Ia ingin menjadikan UHO sebagai universitas inovatif berkelas dunia yang berakar pada kearifan lokal, berdaya saing global, dan menjadi katalis kemajuan Sulawesi Tenggara. Untuk mewujudkannya, ia menawarkan program transformasi digital dan kampus cerdas yang terintegrasi, optimalisasi riset pesisir, lautan, dan perdesaan sebagai laboratorium internasional, peningkatan kualitas SDM, kolaborasi global, hingga penguatan tata kelola yang bersih melalui reformasi birokrasi demi mendukung tagline UHO Bisa, Sultra Maju, Indonesia Bangga.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Selanjutnya, Prof. Dr. Edy Karno memaparkan visi untuk membawa UHO menjadi universitas kelas dunia yang unggul dalam pengembangan wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan pada tahun 2030. Misi yang diusungnya bertumpu pada penyelenggaraan pendidikan berkualitas dengan integritas keberlanjutan, penelitian yang berdampak lewat publikasi internasional bereputasi, digitalisasi sistem governance yang transparan, pengembangan karakter mahasiswa, serta penciptaan lingkungan kampus yang bersih, indah, dan aman.

Bakal calon nomor urut tiga, Dr. Herman, menguraikan visi mewujudkan UHO sebagai perguruan tinggi kelas dunia yang inklusif, adaptif, unggul, berintegritas, dan berdampak bagi pengembangan wilayah pesisir serta kepulauan. Landasan ini diarahkan agar UHO berperan strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045, melalui misi penguatan riset inovatif, pengabdian berdampak, tata kelola profesional, dan perluasan kemitraan global.

Sementara itu, Prof. Ida Usman membawa gagasan besar untuk mewujudkan UHO sebagai Socio-Techno University yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Fokus utamanya adalah menjadi penggerak pengembangan wilayah pesisir dan perdesaan melalui pendidikan berbasis sosio-teknologi, riset dan pengabdian berbasis solusi, kemitraan strategis multi-level, serta pelestarian kearifan lokal dalam lingkungan akademik yang inklusif.

Akselerasi menuju perguruan tinggi kelas dunia yang inklusif dan adaptif juga menjadi inti dari visi yang dipaparkan oleh Prof. La Ode Santiaji Bande. Ia menjabarkan misinya melalui penyelenggaraan pendidikan berbasis teknologi, pengembangan sains dan inovasi bereputasi internasional, penguatan SDM yang profesional, serta penerapan tata kelola universitas modern berbasis digital yang transparan dan akuntabel.

Prof. Ma’ruf Kasim dalam pemaparannya menawarkan visi untuk mewujudkan ekosistem kampus unggul yang mengintegrasikan inovasi dan digitalisasi kampus, reputasi global, serta tata kelola administrasi dan keuangan yang sehat. Langkah strategis yang disiapkannya mencakup akselerasi transformasi teknologi, ekspansi jejaring internasional, dan penciptaan atmosfer akademik yang berintegritas.

Di sisi lain, Dr. Muliddin menekankan pentingnya inovasi dan akselerasi berkelanjutan demi membawa UHO ke panggung dunia. Misinya berfokus pada internasionalisasi pendidikan berbasis digital, hilirisasi riset unggulan di sektor pangan, energi, dan kesehatan, serta mendorong kemandirian finansial kampus menuju status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Peningkatan status kelembagaan ini juga senada dengan visi Prof. Ruslin yang menargetkan UHO unggul menjadi PTN-BH yang berdaya saing global dan berdampak bagi pembangunan nasional. Guna mencapai target dari PTN-BLU menjadi PTN-BH tersebut, ia berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan standar internasional, mengoptimalkan penatalaksanaan sumber daya, dan membangun lingkungan kampus yang kondusif.

Prof. Takdir Saili menyoroti pentingnya basis kearifan serta sumber daya lokal dalam visinya untuk menjadikan UHO sebagai pusat unggulan pendidikan, riset, dan inovasi yang berdaya saing global. Pendekatan ini diarahkan sepenuhnya guna mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir, kelautan, hingga pedesaan lewat penguatan karakter mahasiswa dan tata kelola perguruan tinggi yang solid.

Pemaparan visi-misi ini ditutup oleh Prof. Yusuf Sabilu yang mengusung visi mewujudkan UHO yang berdaya saing global, unggul, kolaboratif, adaptif, berdampak, dan berkeadilan menuju Indonesia Emas 2045. Misi yang ditawarkannya meliputi pengembangan riset berbasis wilayah pesisir, penciptaan budaya kampus inklusif yang menghargai keberagaman, melahirkan lulusan berkarakter Pancasila, serta melakukan pembenahan sarana dan prasarana kampus secara komprehensif.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Prof. Khairul Munadi, dalam sambutannya sebelum pemaparan visi misi menegaskan bahwa pemilihan rektor tidak boleh sekadar dipandang sebagai ajang perebutan jabatan, melainkan proses sakral untuk mencari pemimpin terbaik yang memiliki visi besar.

Khairul Munadi menyampaikan bahwa momentum ini harus menjadi alat pengukur untuk menemukan sosok yang memiliki visi paling cerdas untuk membawa Universitas Halu Oleo melompat lebih jauh.

“Tantangan perguruan tinggi modern saat ini menuntut kehadiran pemimpin akademik yang tidak hanya lihai mengelola administrasi kampus, tetapi juga mampu membaca perubahan zaman, membangun jejaring kolaboratif, meningkatkan kualitas riset, dan memperkuat kontribusi nyata bagi daerah,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh pihak agar menjaga marwah universitas dengan menjunjung tinggi etika akademik dan integritas. Ia menegaskan proses ini bukanlah ajang adu kekuatan antarkelompok melainkan upaya melahirkan kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh civitas academica menuju tujuan bersama.

Sebagai Plt Rektor, Khairul Munadi menegaskan dirinya tidak memiliki kepentingan terhadap siapa pun yang akan terpilih memimpin UHO. Amanah yang diterimanya hanya untuk memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai aturan, transparan, dan menghasilkan pemimpin terbaik.

Ia menambahkan, Kemendiktisaintek akan menjadi mitra strategis bagi rektor terpilih dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi, meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Khairul Munadi mengaku sejak dipercaya menjabat sebagai Plt Rektor UHO pada Mei 2026, dirinya melihat semangat perubahan yang sangat besar dari seluruh civitas academica. Semangat tersebut, menurutnya, harus dijaga agar mampu melahirkan kepemimpinan yang berintegritas dan berdampak.

“Semoga proses ini melahirkan pemimpin yang berintegritas, mampu membawa UHO semakin maju, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tutupnya. (A/ST)

Laporan: Bambang Sutrisno

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan