SULTRATOP.COM, KENDARI – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperoleh kuota revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat sebanyak 1.374 satuan pendidikan pada tahun 2026.
Jumlah tersebut mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, dan meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya sebanyak 348 satuan pendidikan.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sultra, Junaiddin Pagala, mengatakan program revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah, khususnya wilayah yang masih membutuhkan perbaikan fasilitas belajar-mengajar.
“Ini merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di seluruh Indonesia. Selain perbaikan fisik, program ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi peserta didik serta tenaga pendidik,” ujarnya di Kendari, Jumat malam (9/1/2025).
Junaiddin meminta pemerintah kabupaten dan kota agar segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi, terutama dokumen pendukung, sehingga pelaksanaan revitalisasi dapat segera dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Menurutnya, alokasi tersebut menjadi peluang besar bagi daerah untuk mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan yang selama ini masih membutuhkan penanganan serius.
Program revitalisasi sekolah meliputi rehabilitasi ruang kelas, perbaikan bangunan utama, hingga penyediaan fasilitas pendukung yang menunjang kenyamanan dan keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik.
Junaiddin menambahkan, pelaksanaan program ini membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota. Penentuan sekolah penerima bantuan akan mengacu pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan hasil verifikasi kondisi riil di lapangan.
Program revitalisasi sekolah dijadwalkan mulai dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun 2026. Ia berharap, melalui program ini kualitas layanan pendidikan di Sulawesi Tenggara dapat semakin meningkat dan merata, terutama di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan sarana dan prasarana. (B/ST)
Kontributor: Ismu Samadhani



















