18 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

PT Vale Dorong Ketahanan Pangan, Panen Demplot Padi Berkelanjutan di Kolaka Tunjukkan Hasil Positif

  • Bagikan
PT Vale Dorong Ketahanan Pangan, Panen Demplot Padi Berkelanjutan di Kolaka Tunjukkan Hasil Positif
PT Vale menggelar panen bersama demplot padi berkelanjutan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Minggu (8/3/2026). (Foto: ISTIMEWA)

SULTRATOP.COM, KOLAKA – PT Vale Indonesia Tbk terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui berbagai inisiatif keberlanjutan, salah satunya penguatan ketahanan pangan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sebagai bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), perusahaan tersebut menggelar panen bersama demplot padi berkelanjutan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Minggu (8/3/2026). Kegiatan ini merupakan kelanjutan program penanaman perdana yang telah dimulai pada November 2025 di tiga desa binaan perusahaan, yakni Desa Puubunga dan Desa Pubenua di Kecamatan Baula serta Desa Lemedai di Kecamatan Tanggetada.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Program ini sejalan dengan agenda ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo Subianto. Kemandirian pangan juga menjadi bagian dari visi Indonesia Emas 2045 dan tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

Kegiatan panen bersama tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Widiastuti.

CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan program demplot padi berkelanjutan merupakan bagian dari pendekatan holistik perusahaan dalam membangun keberlanjutan di wilayah operasionalnya.

“Bagi PT Vale, keberlanjutan bukan hanya tentang bagaimana kami menambang secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menghadirkan inovasi pertanian yang adaptif dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi contoh kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga riset, dan kelompok tani dalam menciptakan solusi nyata yang mendukung agenda pembangunan nasional.

Program demplot ini mengintegrasikan riset dan teknologi budidaya padi berkelanjutan yang presisi, adaptif terhadap kondisi agroklimat lokal, serta ramah lingkungan. Pelaksanaannya merupakan hasil kolaborasi antara PT Vale Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kolaka, kelompok tani, dan lembaga riset pertanian.

Total lahan demplot yang dikembangkan mencapai 36 are, terdiri atas 10 are budidaya organik dan 26 are budidaya konvensional. Pendekatan ini dirancang untuk menghasilkan pembelajaran komparatif mengenai efektivitas kedua metode budidaya tersebut.

Berbagai varietas unggul diuji dalam program ini, di antaranya PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu. Selain itu, diterapkan pula inovasi teknologi Perennial Rice dan sistem Salibu yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang. Melalui sistem tersebut, petani berpotensi melakukan panen hingga delapan kali dalam satu kali tanam sehingga mampu menekan biaya benih, persemaian, dan pengolahan lahan hingga 50 persen.

Head External Relation Growth PT Vale, Endra Kusuma, menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih tangguh.

“Kami melihat pertanian berkelanjutan sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, PT Vale tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga mentransfer pengetahuan, teknologi, dan praktik pertanian yang lebih efisien serta ramah lingkungan kepada para petani,” katanya.

Ia menambahkan, model demplot ini diharapkan dapat menjadi laboratorium pembelajaran bersama yang bisa direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Kolaka.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, Akbar, mengapresiasi dukungan yang diberikan PT Vale terhadap program ketahanan pangan di daerah tersebut.

PT Vale Dorong Ketahanan Pangan, Panen Demplot Padi Berkelanjutan di Kolaka Tunjukkan Hasil Positif

Menurutnya, jika perusahaan-perusahaan di sektor pertambangan turut mendukung penguatan sektor pertanian, target pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan akan lebih mudah tercapai.

“Sinergi pemerintah dan perusahaan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan ketahanan pangan. PT Vale menjadi salah satu perusahaan yang berkontribusi dalam program ini dan diharapkan dapat diikuti perusahaan lain, khususnya di sektor pertambangan,” ujarnya.

Hasil Panen Tunjukkan Perkembangan Positif

Panen bersama yang dilakukan menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan pola budidaya sebelumnya.

Pada lahan organik seluas 10 are, khususnya varietas Trisakti, hasil panen mencapai 6,9 ton. Capaian ini menunjukkan metode organik dengan pendekatan presisi mampu menghasilkan produktivitas yang kompetitif sekaligus menjaga kesehatan tanah dan ekosistem.

Sementara itu, pada lahan konvensional seluas 26 are, total panen mencapai sekitar 15 ton dari enam varietas yang diuji. Hasil tersebut menunjukkan adaptasi varietas terhadap kondisi lahan di Kolaka serta efektivitas kombinasi teknologi budidaya modern dan varietas unggul.

Selain meningkatkan produksi, program ini juga memperkuat kapasitas petani melalui pendampingan intensif, mulai dari pengelolaan lahan, penggunaan pupuk organik, hingga pengendalian hama terpadu. Pendekatan ini bertujuan membangun sistem pertanian yang produktif sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

Salah satu petani sekaligus pengurus Asosiasi Petani Organik (ASPOK) Kolaka, Salmi, mengaku metode pertanian organik memberikan dampak positif bagi petani.

“Dengan sistem organik ini biaya produksi lebih efisien karena pupuk dapat dibuat dari bahan yang tersedia di sekitar. Harga jual juga lebih baik sehingga keuntungan meningkat, sementara hasil produksi juga lebih tinggi dibanding metode sebelumnya,” katanya.

Pemberdayaan Petani Sejak 2021

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale di sektor pertanian telah dijalankan secara konsisten sejak 2021, termasuk pengembangan metode SRI organik di wilayah Pomalaa.

Hingga Oktober 2025, program tersebut telah melibatkan 55 petani, termasuk sembilan petani perempuan, sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusivitas dalam pembangunan ekonomi lokal.

Melalui program demplot padi berkelanjutan ini, PT Vale menegaskan komitmennya untuk menghadirkan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat. Model ini diharapkan dapat menjadi praktik baik yang dapat direplikasi secara lebih luas, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor industri, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. (—)

 

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan