18 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Gelombang Panic Buying Minyak Goreng Mulai Terjadi di Kendari, Swalayan Sanya Terapkan Sistem Member dan Nonmember

  • Bagikan
Gelombang Panic Buying Minyak Goreng Mulai Terjadi di Kendari, Swalayan Sanya Terapkan Sistem Member dan Nonmember
Informasi pengumuman untuk pembelian minyak goreng bagi pelanggan setia Swalayan Sanya Kendari. (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Gelombang panic buying mulai terasa di Kota Kendari setelah warga beramai-ramai memborong minyak goreng kemasan di sejumlah swalayan. Untuk mengantisipasi kelangkaan dan mencegah penimbunan, Swalayan Sanya (SS) di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Kadia, terpaksa memberlakukan pembatasan pembelian minyak goreng bagi pelanggan.

Panic buying atau aksi borong panik merupakan perilaku konsumen yang membeli kebutuhan pokok dalam jumlah besar secara mendadak karena khawatir stok barang akan habis di pasaran. Fenomena ini biasanya dipicu rasa cemas, ketakutan terhadap kelangkaan, hingga kekhawatiran harga barang akan terus melonjak. Akibatnya, rak-rak penjualan cepat kosong dan pasokan barang menjadi tidak merata di tengah masyarakat.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Pantauan Sultratop.com di lokasi pada Selasa (26/5/2026), rak minyak goreng dari berbagai merek mulai terlihat kosong karena tingginya permintaan konsumen dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, pihak swalayan mengaku stok masih tersedia dan terus dijaga melalui mekanisme pembatasan pembelian.

Seorang karyawan Swalayan Sanya yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, dalam sepekan terakhir minyak goreng kerap habis diborong pembeli. Kondisi tersebut membuat manajemen mengambil langkah pembatasan untuk menjaga distribusi tetap merata.

“Karena sering kosong diborong para pembeli, akhirnya dibatasi sementara waktu. Jadi untuk nonmember hanya dua pcs saja, sedangkan member tetap bisa tiga pcs diambil,” ujarnya kepada awak media.

Ia menjelaskan, pelanggan masih diperbolehkan membeli minyak goreng ukuran 1 liter hingga 5 liter. Namun, produk yang paling banyak diburu masyarakat adalah minyak goreng merek Bimoli dari berbagai ukuran.

Selain Bimoli, merek lain seperti Sovia, Fortune, Sabrina, Sania, Siip hingga Tropical juga mendominasi penjualan di swalayan tersebut.

“Tingginya minat belanja terhadap minyak, kami pun mengantisipasi produk terjual untuk hindari upaya penimbunan orang yang tidak bertanggung jawab sebagai bentuk memperoleh keuntungan,” tegasnya.

Salah seorang pelanggan, Haning, menilai kebijakan pembatasan pembelian kurang menguntungkan bagi pelanggan nonmember. Namun ia tetap memaklumi kondisi tersebut karena minyak goreng merupakan kebutuhan pokok rumah tangga.

“Jujur saya tidak pernah belanja di sini, kebetulan memang lagi mereka jual ya kita manfaatkan. Meskipun berlaku sekali bagi belanja dengan jumlah terbatas,” katanya sambil memilih minyak goreng.

Menurutnya, kenaikan harga membuat masyarakat kini tidak lagi terlalu memilih merek favorit. Pembeli cenderung menyesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing.

“Dulu waktu belum tinggi harga minyak pasti merek Bimoli ukuran 1 liter karena Rp17 ribu, sekarang sudah Rp25 ribu setelah naik. Ya semua merek tetap oke asal sesuai kesanggupan,” imbuhnya.

Berikut daftar harga minyak goreng kemasan di Swalayan Sanya Kendari:

  • Bimoli ukuran 1 liter Rp25.500;
  • Bimoli ukuran 5 liter Rp140.000;
  • Sovia ukuran 1 liter Rp24.500;
  • Fitri ukuran 400 ml Rp11.500;
  • Sania ukuran 1 liter Rp27.000;
  • Sabrina ukuran 900 ml Rp21.500; dan
  • Bimoli ukuran 2 liter Rp50.000.
    (A/ST)

Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan