SULTRATOP.COM, KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut tinggi yang diperkirakan mencapai 2,5 meter di wilayah Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kondisi itu diprediksi berlangsung dalam beberapa hari ke depan dan berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran.
Peringatan tersebut disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Sugeng Widarko. Ia menjelaskan, peningkatan gelombang dipicu oleh pola angin yang bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 2 hingga 15 knot.
Di beberapa titik, kecepatan angin bahkan tercatat lebih tinggi, mencapai 20 knot atau setara 5 skala Beaufort, terutama di wilayah Laut Banda bagian timur Wakatobi.
“Situasi ini berpotensi mendorong kenaikan tinggi gelombang secara signifikan,” ujar Sugeng dalam keterangan resminya pada Selasa (28/4/2026).
Berdasarkan analisis BMKG, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi dalam dua tahap. Pada periode 28–29 April 2026, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi perairan Wakatobi bagian barat dan timur serta Laut Banda timur Wakatobi.
Sementara pada 29–30 April 2026, area terdampak diprediksi meluas ke perairan Wakatobi bagian timur, Laut Banda timur Wawonii, hingga Laut Banda timur Wakatobi.
BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut untuk meningkatkan kewaspadaan. Kombinasi angin kencang dan gelombang tinggi dinilai berisiko besar, khususnya bagi kapal berukuran kecil.
Selain itu, BMKG juga terus memperbarui informasi prakiraan cuaca maritim, termasuk kondisi di pelabuhan dan perairan Sulawesi Tenggara hingga 1 Mei 2026. Masyarakat diminta rutin memantau informasi resmi guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem di laut. (B/ST)
Kontributor: Ismu Samadhani


















