11 August 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

‎Belum Beroperasi, PT SIP Sudah Bangun Jalan, Jembatan, dan Irigasi di Bombana ‎

  • Bagikan
‎Belum Beroperasi, PT SIP Sudah Bangun Jalan, Jembatan, dan Irigasi di Bombana ‎
PT Sultra Industrial Park (SIP) membenahi sejumlah infrastruktur dasar di Desa Wumbubangka, Bombana. ‎

‎SULTRATOP.COM, BOMBANA – Meski belum resmi beroperasi dan masih dalam tahap melengkapi berbagai dokumen perizinan, kehadiran PT Sultra Industrial Park (SIP) di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Perusahaan yang akan membangun kawasan industri tersebut telah membenahi sejumlah infrastruktur dasar, mulai dari jalan, jembatan, drainase hingga saluran irigasi di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara.

‎Berbagai infrastruktur yang dibenahi PT SIP tersebut berada di sekitar lokasi perizinan perusahaan. Untuk akses jalan, perusahaan asal Jakarta itu menyulap jalur keluar masuk masyarakat yang sebelumnya sempit, berbatu dan bergelombang menjadi lebih lebar dan mulus.

‎Tak hanya jalan, PT SIP juga membenahi sejumlah jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan dan nyaris roboh. Jembatan tersebut direhabilitasi dengan memasang buis beton sehingga kembali lebih kuat dan kokoh untuk dilalui masyarakat.

‎Perbaikan infrastruktur tersebut dilakukan setelah masyarakat menyampaikan permintaan kepada manajemen PT SIP. Kepala Desa Wumbubangka Karman mengatakan, pihaknya bersama masyarakat mengajukan permohonan agar sejumlah infrastruktur yang menjadi kebutuhan warga dapat diperbaiki.

‎“Kami yang bermohon di perusahaan (PT SIP) agar jalan, jembatan, drainase dan saluran irigasi diperbaiki. Alhamdulillah direspons dan dikerjakan dengan cepat,” kata Karman, Minggu (9/8/2026).

‎Menurut Karman, meski belum melakukan aktivitas operasional, keberadaan PT SIP telah membawa perubahan nyata bagi masyarakat Wumbubangka. Salah satunya terlihat pada akses jalan yang menghubungkan Desa Tembe dengan Desa Wumbubangka.

‎Jalan sepanjang hampir 11 kilometer itu sebelumnya dalam kondisi rusak parah. Selain sempit, permukaan jalan berbatu dan bergelombang. Bahkan, minimnya perawatan membuat rerumputan di sisi kiri dan kanan jalan tumbuh hingga bertemu di bagian tengah.

‎Kini kondisi tersebut berubah. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui telah diperlebar dan diperbaiki dengan lebar sekitar 7 hingga 8 meter.

‎“Sekarang berubah drastis. Rumput yang ketemu di tengah jalan sudah tidak ada. Jalan sudah mulus, lebarnya antara 7 sampai 8 meter,” ujar Karman.

‎Perbaikan tersebut juga memangkas waktu tempuh masyarakat. Jika sebelumnya perjalanan dari Wumbubangka menuju Tembe dengan jarak sekitar 11 kilometer membutuhkan waktu hingga 30 menit, kini perjalanan dapat ditempuh kurang dari 10 menit.

‎Karman mengatakan, masyarakat Wumbubangka telah bertahun-tahun merasakan kondisi jalan yang rusak. Karena itu, perbaikan yang dilakukan PT SIP dalam kurun waktu sekitar tiga bulan terakhir mendapat apresiasi dari warga.

‎Ia menyebut masyarakat bersyukur karena keluhan mengenai kerusakan jalan dan jembatan yang selama ini dirasakan akhirnya mendapat perhatian dan penanganan.

‎Manfaat serupa juga dirasakan masyarakat di wilayah Kecamatan Rarowatu Utara. Camat Rarowatu Utara Hajar Aswad mengatakan, PT SIP tidak hanya memperbaiki akses Tembe-Wumbubangka, tetapi juga membuka dan meningkatkan akses masyarakat dari Satuan Permukiman (SP) 2 menuju SP 9.

‎Sebelumnya, jalur tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Setelah dilakukan perbaikan, akses tersebut kini dapat dilalui kendaraan roda empat maupun kendaraan yang lebih besar.

‎“Panjang jalan yang diperbaiki sekitar 5 kilometer. Jadi nanti ada PT SIP, jalan SP 2 ke SP 9 bisa diakses mobil. Jalannya juga lebar dan mulus,” kata Hajar Aswad.

‎Selain akses transportasi, PT SIP turut membenahi infrastruktur pendukung pertanian masyarakat. Perusahaan tersebut membuat bendungan, memperbaiki saluran irigasi serta membenahi drainase di Wumbubangka dan wilayah sekitarnya.

‎Perbaikan tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan persawahan masyarakat, terutama dalam menghadapi musim kemarau.

‎Hajar mengatakan, kondisi saluran air yang tidak memadai berpotensi menyebabkan persawahan mengalami kekeringan. Bahkan, sebagian sawah warga saat ini mulai terdampak kekurangan air.

‎“Kalau tidak diperbaiki saluran airnya, biasanya terjadi kekeringan. Bahkan saat ini sudah ada sawah warga yang kering. Makanya, petani meminta PT SIP untuk membenahi irigasi dan drainase. Permintaan ini juga sudah dipenuhi PT SIP,” jelasnya.

‎Menurut Hajar, pengerjaan berbagai infrastruktur tersebut berlangsung relatif cepat karena PT SIP mengerahkan sejumlah peralatan untuk mendukung pekerjaan di lapangan.

‎Sedikitnya delapan unit alat berat, mulai dari excavator hingga bulldozer, dikerahkan bersama 10 unit truk dan dua unit rumah pompa darurat. Peralatan tersebut disebar di sejumlah titik untuk membantu rehabilitasi jalan, jembatan, irigasi hingga kawasan persawahan. (===)

‎Editor: Muhamad Taslim Dalma

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan