SULTRATOP.COM, KENDARI – Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menanggapi laporan pengguna jasa yang viral di media sosial (medsos) sekaligus menegaskan adanya evaluasi terhadap pelayanan konsumen. Menanggapi laporan salah satu pengguna jasa penerbangan Pelita Air yang diunggah melalui aplikasi TikTok pada 28 Maret 2026, pihak Bandara Haluoleo telah melakukan penelusuran dan evaluasi secara menyeluruh.
Laporan tersebut berisi ketidakpuasan penumpang terhadap sikap petugas di area check-in yang dinilai kurang ramah serta kurang jelas dalam memberikan pelayanan.
Sebagai bentuk respons cepat, pihak bandara langsung melakukan pengecekan rekaman CCTV di ruang server Unit Elektronika Bandara pada malam hari, 28 Maret 2026.
Pengecekan tersebut dipantau langsung oleh Kepala Kantor UPBU Haluoleo Kendari, Denny Ariyanto, Kepala Seksi Pelayanan dan Kerja Sama, Supervisor AVSEC mitra ground handling, serta teknisi Unit Elektronika Bandara.
Berdasarkan hasil pemeriksaan CCTV, kejadian berlangsung di area check-in pada pukul 09.04 WITA hingga 09.29 WITA. Petugas yang terlibat merupakan personel dari mitra ground handling yang sedang melaksanakan tugas pelayanan kepada penumpang.
Dari hasil klarifikasi petugas, interaksi bermula saat petugas berupaya menanyakan maskapai yang akan digunakan oleh penumpang guna membantu mengarahkan ke konter check-in yang sesuai.
Sebagai langkah tindak lanjut, Kepala UPBU Haluoleo Kendari melaksanakan briefing kepada seluruh petugas di area pelayanan penumpang, baik petugas AVSEC bandara, petugas maskapai, petugas ground handling, AVSEC ground handling, maupun petugas kebersihan yang berinteraksi langsung dengan pengguna jasa pada Minggu (29/3/2026).
Dalam briefing tersebut, kembali ditekankan pentingnya sikap ramah, komunikasi yang jelas, serta pelayanan yang profesional kepada seluruh pengguna jasa tanpa terkecuali.
Sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan, pihak Bandara Haluoleo juga menjalin kerja sama dengan BPSDM Kementerian Perhubungan untuk melaksanakan program pendidikan dan pelatihan terkait basic manner dan hospitality bagi seluruh personel pelayanan di lingkungan bandara.
Program ini akan melibatkan petugas bandara, petugas maskapai, petugas ground handling, personel AVSEC, hingga petugas kebersihan yang berinteraksi langsung dengan pengguna jasa.
Selain itu, pihak bandara juga akan secara berkala melaksanakan survei kepuasan pelayanan guna mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa angkutan penerbangan di Bandar Udara Haluoleo secara langsung. Hasil survei tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.
Pihak UPBU Haluoleo menyampaikan permohonan maaf apabila pengguna jasa merasa kurang nyaman atas kejadian tersebut.
“Masukan dari masyarakat menjadi perhatian serius bagi kami dan akan menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di lingkungan bandara,” ujar Kepala Kantor UPBU Haluoleo Kendari, Denny Ariyanto.
Selain itu, masyarakat dapat menyampaikan saran dan kritik pelayanan melalui WhatsApp resmi Bandara Haluoleo di nomor 0811 400 993, melalui Instagram resmi @bandarahaluoleo, maupun melalui kanal pengaduan nasional LAPOR! di www.lapor.go.id.
Bandar Udara Haluoleo berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang ramah, profesional, dan responsif kepada seluruh pengguna jasa penerbangan demi menciptakan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman.
Berdasarkan informasi sebelumnya, keluhan tersebut muncul melalui video yang diunggah oleh akun TikTok Eskrimmerkuri pada Sabtu, 28 Maret 2026, yang memicu pertanyaan terkait pelayanan seorang staf.
Dalam video tersebut, penumpang mengaku kecewa terhadap sikap petugas bandara yang dinilai kurang ramah. Selain itu, ia mengimbau agar diberikan pelatihan yang lebih teknis terkait etika pelayanan guna mengedepankan sikap yang lebih humanis.
Saat mencari lokasi check-in maskapai Pelita Air di area bandara, penumpang tersebut bertanya kepada petugas. Namun, ketika pertanyaan disampaikan, respons yang diterima berupa tawa, yang dinilai tidak ramah.
“Sumpah saya kesal sekali dengan petugas Bandara Haluoleo, mereka perlu diberikan pelatihan lagi. Saat saya bertanya lokasi check-in pesawat Pelita Air kepada salah satu staf, saya belum memahami maksud arahannya. Namun, penumpang lain yang bertanya justru langsung diarahkan. Ketika saya mengikuti arahan tersebut, saya mendengar ucapan yang saya anggap kurang menghargai penumpang, disertai dengan cengengesan atau tawa,” ujarnya dalam video tersebut. (B/ST)
Laporan: Bambang Sutrisno



















