SULTRATOP.COM, MUNA BARAT – Sebanyak 61 sekolah di Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), telah mendapatkan program revitalisasi satuan pendidikan yang menjadi salah satu program strategis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di bidang pendidikan.
Jumlah tersebut berpeluang bertambah menjadi 81 sekolah setelah 20 sekolah lainnya menyelesaikan proses penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS).
Program revitalisasi ini menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK/PAUD, Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Muna Barat, La Samahu, menyampaikan bahwa program revitalisasi memberikan peluang besar bagi daerah untuk mempercepat pembenahan fasilitas pendidikan.
Menurutnya, dari 61 sekolah yang telah mendapatkan program revitalisasi, sebagian di antaranya telah menyelesaikan pekerjaan, sementara sekolah lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
“Untuk saat ini, sudah ada 61 sekolah yang sudah punya perjanjian kerja sama (PKS). Dari 61 sekolah ini, ada yang sudah selesai dan ada pula yang dalam tahap pekerjaan. Sementara itu, ada sekitar 20 sekolah lagi masih menunggu proses PKS,” kata La Samahu saat ditemui di kantornya, Senin (19/10/2026).
Samahu menjelaskan, 20 sekolah yang masih menunggu PKS tersebut sebelumnya telah mengikuti tahapan pra-bimbingan teknis (pra-bimtek) secara virtual. Dengan demikian, sekolah-sekolah tersebut tinggal menunggu proses penandatanganan PKS untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Ia optimistis, apabila seluruh proses administrasi tersebut rampung, jumlah sekolah penerima program revitalisasi di Muna Barat akan bertambah menjadi 81 sekolah.
“20 sekolah ini masih menunggu PKS. Sekolah-sekolah ini juga sudah pra-bimtek secara virtual. Tinggal ber-PKS saja. Jika ini sudah ber-PKS, dipastikan 50 persen sekolah di Muna Barat mendapatkan program revitalisasi,” jelasnya.
Menurut Samahu, penambahan jumlah penerima program tersebut diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap pemerataan pembangunan fasilitas pendidikan di Muna Barat. Terlebih, kebutuhan sarana dan prasarana yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung dalam menciptakan proses belajar mengajar yang berkualitas.
Program Strategis Presiden Prabowo di Bidang Pendidikan
Lebih lanjut, Samahu menyebut program revitalisasi satuan pendidikan merupakan salah satu program strategis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di bidang pendidikan.
Ia menilai program tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mempercepat peningkatan kualitas fasilitas sekolah, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang turut memengaruhi ruang fiskal pemerintah daerah.
Menurut Samahu, keberhasilan Muna Barat mendapatkan program revitalisasi dalam jumlah besar tidak terlepas dari upaya komunikasi dan koordinasi yang dilakukan Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, bersama Wakil Bupati, Ali Basa, dengan pemerintah pusat.
“Di tengah efisiensi ini, Bupati dan Wakil Bupati Mubar, La Ode Darwin dan Ali Basa, berhasil menghadirkan program revitalisasi ini dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Bumi Laworoku ini. Untuk itu, kita akan terus memberikan perhatian terhadap perkembangan program revitalisasi tersebut, terutama agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” tuturnya.
Samahu berharap dukungan program dari pemerintah pusat tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menjawab kebutuhan sekolah-sekolah di Muna Barat. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas bangunan dan fasilitas pendidikan.
Program revitalisasi juga diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif sehingga peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih baik.
Karena itu, Samahu menegaskan pihaknya akan terus memberikan perhatian terhadap perkembangan pelaksanaan program, baik pada sekolah yang sudah menyelesaikan pekerjaan maupun yang masih dalam proses pengerjaan. Sementara itu, sekolah yang masih menunggu PKS diharapkan dapat segera melanjutkan tahapan administrasi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan agar pelaksanaan program dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Sekolah di Muna Barat Juga Dapat Bantuan Pembelajaran Digital
Tidak hanya program revitalisasi, satuan pendidikan di Kabupaten Muna Barat juga mendapatkan dukungan berupa bantuan pembelajaran digital.
Samahu mengatakan bantuan tersebut telah dilaksanakan di setiap satuan pendidikan yang ada di Muna Barat. Kehadiran fasilitas pembelajaran digital ini diharapkan dapat mendukung proses belajar mengajar yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Menurut Samahu, dukungan terhadap sarana pembelajaran digital menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan, seiring dengan kebutuhan peserta didik untuk memiliki kemampuan dan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Dengan adanya program revitalisasi dan bantuan pembelajaran digital, kami berharap peningkatan kualitas pendidikan dapat berjalan secara beriringan, baik dari sisi infrastruktur sekolah maupun fasilitas pendukung pembelajaran,” ungkapnya.
Samahu menegaskan, berbagai dukungan tersebut perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh satuan pendidikan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh siswa dan tenaga pendidik.
Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh satuan pendidikan diharapkan terus diperkuat guna mewujudkan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas dan merata di Kabupaten Muna Barat. (*/ST)
Laporan: Adin
Editor: Muhamad Taslim Dalma


















