16 October 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Siswa di Kendari Belajar dari Rumah hingga 23 Oktober

  • Bagikan
Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Siswa di Kendari Belajar dari Rumah hingga 23 Oktober
Surat edaran Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. 

SULTRATOP.COM, KENDARI — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama sepekan, mulai Jumat (16/10/2026) hingga Jumat (23/10/2026). Kebijakan ini berlaku bagi siswa TK/PAUD hingga SMP sederajat sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memperburuk kualitas udara.

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran Wali Kota Kendari Nomor 100.3.4.3/4782/2026 yang ditandatangani Siska Karina Imran pada Kamis (15/10/2026).

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Oktober 2026

Dalam surat edaran itu disebutkan, hasil evaluasi pemantauan kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan kondisi di Kota Kendari berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya akibat bencana karhutla.

“Berdasarkan hasil evaluasi pemantauan kualitas udara berdasarkan indeks standar Pencemar Udara (ISPU), di wilayah Kota Kendari sangat tidak sehat/berbahaya akibat bencana karhutla,” demikian bunyi surat edaran tersebut.

Kepala Dikbud Kota Kendari, Saemina, membenarkan pemberlakuan PJJ tersebut. Ia mengatakan, pihaknya telah lebih dahulu menyampaikan informasi kepada orang tua murid sebelum surat edaran wali kota selesai ditandatangani.

“(Pengumuman) mendahului surat (edaran) wali kota yang dalam proses tanda tangan,” kata Saemina singkat.

Di sisi lain, Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, mengatakan sebaran asap dari luar Sulawesi berpotensi semakin pekat. Kondisi ini diperburuk oleh kebakaran serupa yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), sehingga jarak pandang mendatar diperkirakan semakin pendek.

Berdasarkan pemantauan kualitas udara, konsentrasi partikulat PM2.5 di sejumlah wilayah Sultra berada pada kategori sedang hingga tidak sehat. Kondisi tersebut diprakirakan masih berulang selama beberapa hari ke depan.

Data satelit menggunakan sensor VIIRS dan MODIS mencatat 1.644 titik panas di Sultra pada 7–12 Oktober 2026, dengan rata-rata sekitar 274 titik per hari.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.356 titik atau 82 persen memiliki tingkat kepercayaan sedang, sedangkan 105 titik atau 6 persen memiliki tingkat kepercayaan tinggi.

Sebaran titik panas terbanyak terdeteksi di Kabupaten Konawe sebanyak 379 titik, Kabupaten Buton 267 titik, dan Kabupaten Bombana 202 titik. Sementara itu, berdasarkan kecamatan, konsentrasi tertinggi berada di Routa sebanyak 209 titik, Kapontori 165 titik, dan Morosi 98 titik.

BMKG mengingatkan bahwa titik panas merupakan anomali suhu yang terdeteksi satelit dan tidak serta-merta menjadi bukti terjadinya kebakaran di lokasi tersebut. (B/ST)

Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Jumriati

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan
Jadikan Sultratop.com sumber preferensi berita Anda.
Sumber Terverifikasi Kelola Preferensi →
  • Bagikan