SULTRATOP.COM, MUNA BARAT – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sugeng Riyanta, mendorong Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar) agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran dan penyelesaian pekerjaan tetapi benar-benar memberikan manfaat serta dampak nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Sugeng Riyanta saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Muna Barat, Selasa (6/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi perhatian karena Muna Barat merupakan daerah pertama yang dikunjungi Sugeng Riyanta setelah dipercaya mengemban amanah sebagai Kajati Sultra.
Dalam kunjungan tersebut, Kajati Sultra memberikan pembekalan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Muna Barat terkait pencegahan, perbaikan tata kelola dan mitigasi risiko hukum. Ia menekankan pentingnya menjalankan roda pemerintahan secara tertib, transparan, akuntabel dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sugeng Riyanta mengatakan, kunjungannya di Muna Barat dalam rangka memenuhi undangan dari Bupati Muna Barat, La Ode Darwin. Selain itu, ia juga melakukan silaturahmi dan diskusi langsung bersama jajaran pemerintah daerah setempat.
Dalam pembekalan tersebut, Sugeng menekankan bahwa tata kelola pemerintahan harus menjadi perhatian seluruh jajaran pemerintah daerah. Setiap kebijakan dan penggunaan anggaran harus dilaksanakan dengan mengedepankan aturan serta prinsip kehati-hatian.
“Inti dari pembekalan ini adalah perbaikan tata kelola, mitigasi risiko dari masalah dan pencegahan. Pencegahan itu jauh lebih baik dari pada penindakan,” kata Sugeng.
Menurutnya, orientasi hukum di Indonesia pasca berlakunya KUHP, penyesuaian pidana bukan menghukum orang, tetapi memulihkan. Misalkan, jika ada suatu kasus pencurian dan penyelesaiannya barang curian itu dikembalikan.
“Jadi, di sini nantinya disiapkan restorative justice (RJ). Kalau sudah sepakat, jadi tidak perlu di bawa ke pengadilan,” jelasnya.
Sugeng juga menyampaikan bahwa sebagai aparatur negara, tugas utamanya adalah melayani masyarakat. Kata kuncinya adalah melakukan pembangunan yang berorientasi pada hasil, manfaat dan dampak nyata.
“Pembangunan ini harus dimaknai dengan lima kerangka, yakni input, output, outcome, benefit dan impact. Jadi, keberhasilan pembangunan bukan hanya dinilai dari penyerapan anggaran dan selesainya pekerjaan, tetapi dari sejauh mana setiap rupiah negara menghasilkan output, menciptakan outcome, memberikan benefit, dan menghadirkan impact nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin menyambut baik kunjungan Kajati Sultra tersebut. Ia menilai pembekalan yang diberikan menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan.
Ketua DPD Golkar Sultra ini juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Pemkab Mubar) siap mengikuti dan menindaklanjuti arahan yang disampaikan Kajati Sultra. Sebab menurutnya, arahan tersebut sangat positif.
Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan pendampingan dan masukan dari berbagai pihak agar pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan sesuai aturan.
“Saya sepakat jika kegiatan pembangunan di mulai di awal tahun (bulan Maret atau April). Sehingga, kita bisa maksimalkan untuk kepentingan masyarakat, terutama infrastruktur jalan. Jadi, apa yang disampaikan oleh Bapak Kajati Sultra tadi, sangat memberikan pencerahan kepada pemerintah daerah. Arahan ini sangat positif dan manfaatnya sangat luar biasa,” kata La Ode Darwin.
Pria yang kerap disapa DW ini juga menyebutkan bahwa dirinya sangat menyambut baik arahan terkait rapat atau sosialisasi stunting yang dilaksanakan di hotel-hotel itu sebaiknya ditiadakan. Nantinya, anggaran tersebut bisa dialihkan ke lapangan atau pemberian makanan tambahan kepada masyarakat.
“Apa yang menjadi arahan Bapak Kajati Sultra, saya sangat sepakat. Untuk stunting ini, saya akan melakukan rapat kepada kepala OPD terkait pengambilan kebijakan ini. Intinya, saya sepakat dengan ide dari Bapak Kajati, bahwa apa yang kita laksanakan di hotel sosialisasi masalah stunting. Lebih bagus digeser ke lokasi yang penderita stuntingnya tinggi. Tentu ini manfaatnya sangat tinggi,” ucapnya.
DW menegaskan apa yang menjadi arahan dari Kajati Sultra akan ditindaklanjuti dan akan dijadikan rujukan dalam memberikan penegasan kepada para pimpinan OPD. Ia juga menambahkan terkait Baznas, dirinya akan kembali memaksimalkan lembaga tersebut.
“Saya akan mengeluarkan penekanan kepada seluruh stakeholder, ASN, kepala desa dan perangkatnya untuk bagaimana memberikan kontribusi dalam menyumbangkan sedikit rejekinya di Baznas ini. Toh, hasil infak ini juga nanti untuk kepentingan masyarakat kita di Muna Barat yang benar-benar membutuhkan,” ungkapnya. (*/ST)
Laporan: Adin
Editor: Muhamad Taslim Dalma









