22 August 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Kekeringan Sulawesi Tenggara Makin Parah, BMKG Ungkap Wilayah dengan Hari Tanpa Hujan Terpanjang

  • Bagikan
Kekeringan Sulawesi Tenggara Makin Parah, BMKG Ungkap Wilayah dengan Hari Tanpa Hujan Terpanjang
Ilustrasi kekeringan meteorologis di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang semakin mengkhawatirkan. (Gambar: Google AI)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Kekeringan meteorologis di Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin mengkhawatirkan. BMKG mencatat sejumlah wilayah telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari, bahkan menetapkan beberapa kecamatan dalam kategori awas kekeringan.

Kepala Stasiun Klimatologi (Kasklim) BMKG Sultra, Kusairi mengatakan, ancaman kekeringan perlu semakin diwaspadai karena analisis curah hujan dasarian pada pertengahan Agustus 2026 menunjukkan seluruh wilayah Sultra mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0–20 milimeter per dasarian.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Agustus 2026

Kondisi tersebut diperkirakan masih berlanjut hingga akhir Agustus 2026. BMKG memprediksi seluruh wilayah Sultra memiliki peluang tinggi mengalami curah hujan rendah, yakni maksimal 50 milimeter per dasarian.

Secara umum, kondisi curah hujan rendah juga diprediksi masih berlangsung hingga akhir September 2026. Meski demikian, BMKG memperkirakan terdapat peningkatan curah hujan di wilayah Sultra bagian utara pada awal September.

Kusairi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak perubahan iklim dan kondisi kekeringan.

“Seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara diharapkan terus waspada terhadap berbagai dampak perubahan iklim di sekitar kita. Pastikan update informasi cuaca/iklim yang anda dapatkan dari sumber terpercaya di akun-akun resmi BMKG,” ujarnya kepada Sultratop.com.

Kondisi kekeringan juga perlu diantisipasi dengan menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di wilayah yang telah mengalami periode panjang tanpa hujan.

Berdasarkan pemutakhiran analisis dan prediksi curah hujan, BMKG membagi wilayah terdampak ke dalam tiga kategori, yakni awas, siaga, dan waspada.

Yang paling mengkhawatirkan, sejumlah wilayah di Sultra bahkan telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari.

Data Monitoring Hari Tanpa Hujan BMKG per 20 Agustus 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Sultra mengalami periode tanpa hujan kategori menengah hingga sangat panjang, yakni 11 sampai 60 hari.

Sementara itu, kondisi ekstrem dengan hari tanpa hujan lebih dari 60 hari tercatat di Kecamatan Bungi, Kota Baubau; Poleang Barat dan Poleang Timur, Kabupaten Bombana; serta Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka.

Tiga Wilayah Masuk Kategori Awas

BMKG menetapkan sejumlah wilayah dalam kategori awas kekeringan meteorologis.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Bungi di Kota Baubau; Kabaena Selatan, Kabaena Tengah, Poleang Barat, Poleang Timur, dan Poleang Utara di Kabupaten Bombana; Talaga Raya di Kabupaten Buton Tengah; serta Polinggona dan Toari di Kabupaten Kolaka.

Status awas menunjukkan masyarakat di wilayah tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kekeringan, termasuk potensi berkurangnya ketersediaan air dan meningkatnya risiko kebakaran lahan.

Wilayah Siaga Tersebar di Banyak Daerah

Sementara kategori siaga mencakup wilayah yang jauh lebih luas dan tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Sultra.

Wilayah tersebut antara lain berada di Baubau, Bombana, Buton Selatan, Buton Tengah, Buton Utara, Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, Muna, Muna Barat, dan Wakatobi.

Di Kabupaten Konawe Kepulauan, wilayah yang masuk kategori siaga antara lain Wawonii Selatan, Wawonii Tengah, Wawonii Timur, Wawonii Timur Laut, dan Wawonii Utara.

Di Konawe Selatan, wilayah siaga mencakup Andoolo, Andoolo Barat, Baito, Benua, Buke, Kolono, Kolono Timur, Konda, Lainea, Laonti, Moramo, Moramo Utara, Palangga Selatan, hingga Tinanggea.

Sementara di Kabupaten Muna, status siaga mencakup sejumlah kecamatan, antara lain Katobu, Kabawo, Kabangka, Lohia, Lasalepa, Napabalano, Tongkuno, Tongkuno Selatan, dan Watopute.

Seluruh Kecamatan di Kendari Masuk Waspada

Untuk Kota Kendari, BMKG menetapkan seluruh kecamatan dalam kategori waspada kekeringan meteorologis.

Wilayah tersebut meliputi Abeli, Baruga, Kadia, Kambu, Kendari, Kendari Barat, Mandonga, Nambo, Poasia, Puuwatu, dan Wua-Wua.

Selain Kendari, kategori waspada juga mencakup sejumlah wilayah di Baubau, Bombana, Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Buton Utara, Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, Muna, dan Muna Barat.

BMKG mengingatkan masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG serta melakukan langkah antisipasi terhadap dampak kekeringan, khususnya terkait ketersediaan air dan potensi kebakaran lahan. (B/ST)

 

Laporan: M11

Editor: Muhamad Taslim Dalma

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan
Jadikan Sultratop.com sumber preferensi berita Anda.
Sumber Terverifikasi Kelola Preferensi →
  • Bagikan