22 August 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Daftar 9 Bahasa Daerah di Sulawesi Tenggara yang Hadir dalam Kamus Digital

  • Bagikan
Daftar 9 Bahasa Daerah di Sulawesi Tenggara yang Hadir dalam Kamus Digital
Ilustrasi 9 Bahasa Daerah di Sulawesi Tenggara yang Sudah Masuk Kamus Digital. (Google AI)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan meluncurkan versi digital sembilan kamus bahasa daerah pada peringatan Bulan Bahasa 2026 sebagai langkah memperkuat pelestarian bahasa dan budaya lokal.

Kepala Balai Bahasa Sultra, Dewi Pridayanti mengatakan digitalisasi kamus menjadi bagian dari strategi agar bahasa daerah lebih mudah diakses, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi muda.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Agustus 2026

“Untuk melestarikan bahasa daerah, kami mendokumentasikannya melalui penyusunan kamus bahasa daerah. Saat ini sudah ada sembilan kamus bahasa daerah di Sulawesi Tenggara yang telah kami hasilkan, dan pada Bulan Bahasa nanti akan kami luncurkan dalam versi digital,” ujar Dewi saat diwawancara di Kendari, Jumat (21/8/2026).

Sembilan kamus bahasa daerah tersebut yaitu:

  • Bahasa Wolio, dituturkan di sekitar Kepulauan Buton dan Baubau.
  • Bahasa Tolaki, dituturkan di wilayah Kendari, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, dan sekitarnya.
  • Bahasa Muna, dituturkan di Pulau Muna, Muna Barat dan pantai barat Pulau Buton.
  • Bahasa Moronene / Morunene, dituturkan di Kabupaten Bombana dan Pulau Kabaena.
  • Bahasa Ciacia, dituturkan di Pulau Buton Utara, Buton Selatan, Buton, Baubau.
  • Bahasa Kulisusu, dituturkan di Kabupaten Buton Utara.
  • Bahasa Wakatobi / Pulom, dituturkan di kepulauan Wakatobi.
  • Bahasa Culambacu, dituturkan di sebagian wilayah Buton/Konawe Utara tergantung peta dialek.
  • Bahasa Lasalimu-Kamaru, dituturkan di daerah Lasalimu, Buton.

    Daftar 9 Bahasa Daerah di Sulawesi Tenggara yang Hadir dalam Kamus Digital
    Kepala Balai Bahasa Sultra, Dewi Pridayanti

Selain menyusun kamus, Balai Bahasa juga terus menginventarisasi kosakata dari berbagai bahasa daerah di Sulawesi Tenggara. Kosakata tersebut diusulkan menjadi bagian dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai bentuk pengakuan terhadap kekayaan bahasa lokal.

Salah satu kosakata yang telah resmi masuk KBBI adalah sinonggi, makanan khas Sulawesi Tenggara berbahan dasar sagu yang menjadi identitas kuliner masyarakat Tolaki.

“Sinonggi sudah masuk KBBI, dan masih banyak kosakata bahasa daerah Sulawesi Tenggara lainnya yang juga telah menjadi bagian dari KBBI,” katanya.

Dalam KBBI, Sinonggi memiliki arti makanan dari sagu yang dimakan dengan memakai alat berupa dua stik bambu. Makanan khas suku Tolaki di Sultra ini disajikan dengan ikan kuah kuning, sayur bening dan sambal.

Menurutnya, Balai Bahasa selama ini telah melakukan berbagai upaya pelestarian bahasa daerah, mulai dari pendokumentasian, penyusunan kamus, hingga penginventarisasian kosakata. Namun, pelestarian bahasa daerah tidak bisa dilakukan sendiri.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat.

Menurutnya pemerintah daerah dapat mendukung pelestarian bahasa daerah dengan memasukkannya ke dalam muatan lokal sesuai bahasa masing-masing daerah.

“Balai Bahasa berperan sebagai fasilitator untuk mendorong pelestarian bahasa daerah. Namun, bahasa daerah juga merupakan tanggung jawab pemerintah daerah,” jelasnya. (B/ST)

 

Laporan: M11

Editor: Muhamad Taslim Dalma

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan
Jadikan Sultratop.com sumber preferensi berita Anda.
Sumber Terverifikasi Kelola Preferensi →
  • Bagikan