SULTRATOP.COM, KOLAKA UTARA — Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kelompok tani guna mendukung pengolahan lahan dan peningkatan produksi tanaman padi.
Bantuan yang diterima meliputi tiga unit combine harvester, dua unit jonder, serta 10 unit alat pertanian untuk mendukung pengolahan dan produksi tanaman padi.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka Utara, Nusba Nuhung, mengatakan seluruh bantuan tersebut telah diterima. Sebagian di antaranya bahkan telah diserahkan kepada kelompok tani penerima.
“Tahun ini kita dapat beberapa bantuan melalui kementerian. Ada combine, kita dapat tiga unit, kemudian ada jonder dua unit,” jelas Nusba Nuhung kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/8/2026).
Lebih lanjut, Nusba menjelaskan dua unit jonder yang diterima memiliki spesifikasi berbeda. Satu unit merupakan jonder biasa yang menggunakan roda ban, sedangkan satu unit lainnya dilengkapi roda atau ban ekstra untuk mendukung aktivitas pertanian di lapangan.
“Satu jonder biasa yang pakai roda ban, kemudian satu jonder yang pakai ban ekstra. Kemudian kita juga dapat 10 unit untuk kultivator atau peruntukan padi. Itu yang telah kami terima dari kementerian,” katanya.
Menurut Nusba, bantuan alsintan tersebut tidak hanya diterima pemerintah daerah, tetapi langsung disalurkan kepada kelompok tani penerima setelah mereka mengikuti pelatihan penggunaan alat.
“Sudah kami terima dan sudah kami serahkan ke petani. Penyediaannya langsung turun, harus ada training dulu, setelah itu langsung diserahkan,” ujarnya.
Untuk tiga unit combine harvester, masing-masing ditempatkan di wilayah yang membutuhkan dukungan alat panen tersebut, yakni satu unit di Kecamatan Wawo, satu unit di Rante Angin, dan satu unit lainnya di Pakuwe.
Sementara untuk jonder, satu unit ditempatkan di wilayah utara dan satu unit lainnya di Kecamatan Batu Putih.
”Kalau untuk jonder, satu dipakai di utara yang trailer punya roda ekstra, kemudian jonder biasa satu di Batu Putih,” jelasnya
Sedangkan 10 unit alat untuk mendukung pengolahan tanaman padi akan disebar di sejumlah titik, termasuk wilayah Wawo dan Rante Angin hingga Batu Putih. (B/ST)
Kontributor: Rusman Edogawa
Editor: Jumriati
















