SULTRATOP.COM, KENDARI – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra), Jaelani, menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (25–26/7/2026), ia menyalurkan paket Gemarikan di empat kelurahan di Kota Kendari sekaligus mengajak masyarakat membiasakan konsumsi ikan sebagai upaya menciptakan keluarga yang sehat, mencegah stunting, dan mencetak generasi unggul.
Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan secara maraton di empat kelurahan. Kegiatan diawali pada Sabtu (25/7/2026) pukul 08.00 Wita di Kelurahan Wua-wua, kemudian dilanjutkan ke Kelurahan Padaleu pada pukul 10.00 Wita. Selanjutnya pada Minggu (26/7/2026), program yang sama digelar di Kelurahan Anduonohu mulai pukul 08.00 Wita dan ditutup di Kelurahan Lapulu pada pukul 10.00 Wita.
Dalam sambutannya, Jaelani mengatakan, program Gemarikan merupakan langkah strategis untuk membudayakan konsumsi ikan di tengah masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya perikanan yang melimpah di Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan kualitas gizi keluarga, serta menjadi salah satu upaya efektif dalam mencegah stunting.
“Ikan merupakan sumber protein tinggi yang sangat baik untuk tumbuh kembang anak-anak kita. Melalui sosialisasi dan pembagian paket Gemarikan ini, kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Kendari untuk membiasakan konsumsi ikan di lingkungan keluarga,” ujar legislator yang akrab disapa Bang Jay itu di sela-sela kegiatan.
Program tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan tokoh setempat. Penyaluran paket Gemarikan di setiap kelurahan berlangsung tertib dan penuh keakraban, dengan harapan bantuan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi penerima, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjadikan ikan sebagai menu utama dalam konsumsi sehari-hari. (===)
Editor: Muhamad Taslim Dalma


















