SULTRATOP.COM, KENDARI – Proses penjaringan tiga besar calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari periode 2026-2030 mendadak ditunda saat tahapan krusial hendak dilaksanakan. Keputusan itu diambil Senat UHO setelah menemukan kejanggalan administrasi dalam Surat Keputusan (SK) keanggotaan senat yang dinilai harus diperbaiki terlebih dahulu agar proses pemilihan rektor tetap berjalan sesuai ketentuan.
Ketua Senat UHO, Prof. Jamili, mengatakan, penundaan diputuskan setelah senat mencermati SK keanggotaan senat dan menemukan adanya kekeliruan administrasi dalam pencantuman salah satu anggota senat.
Menurutnya, kekeliruan tersebut berkaitan dengan pencantuman Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. La Ode Santiaji Bande, yang tertulis sebagai anggota senat dengan status Pergantian Antar Waktu (PAW).
“Setelah kita melihat dan mencermati SK anggota senat, ternyata ada kekeliruan atau kejanggalan administrasi dalam pencantuman keanggotaan senat. Pak Wakil Rektor I Bidang Akademik seharusnya berkedudukan sebagai anggota senat ex officio, bukan PAW. Jadi, kata PAW itu tidak dibenarkan secara administrasi,” jelas Jamili dikutip dari siaran pers Humas UHO.
Ia menegaskan, substansi keanggotaan tidak berubah. Namun, kesalahan redaksional dalam konsideran SK harus diperbaiki terlebih dahulu agar tidak menimbulkan persoalan administratif pada tahapan pemilihan rektor selanjutnya.
Karena itu, Senat UHO memutuskan menunda proses penjaringan tiga besar hingga perbaikan SK keanggotaan senat rampung dilakukan.
Kalau perbaikan SK tersebut sudah selesai, maka pihaknya akan menjadwalkan kembali pelaksanaan penjaringan tiga besar. Jadi, alasan penundaan ini semata-mata untuk memperbaiki SK anggota senat.
Sebelumnya, proses pemilihan Rektor UHO memasuki tahapan penyampaian visi dan misi yang diikuti 10 bakal calon (balon) rektor. Acara itu digelar di Auditorium Mokodompit UHO pada Selasa (30/6/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO Prof. Khairul Munadi, dalam sambutannya sebelum pemaparan visi misi menegaskan bahwa pemilihan rektor tidak boleh sekadar dipandang sebagai ajang perebutan jabatan, melainkan proses sakral untuk mencari pemimpin terbaik yang memiliki visi besar.
Khairul Munadi menyampaikan bahwa momentum ini harus menjadi alat pengukur untuk menemukan sosok yang memiliki visi paling cerdas untuk membawa Universitas Halu Oleo melompat lebih jauh.
“Tantangan perguruan tinggi modern saat ini menuntut kehadiran pemimpin akademik yang tidak hanya lihai mengelola administrasi kampus, tetapi juga mampu membaca perubahan zaman, membangun jejaring kolaboratif, meningkatkan kualitas riset, dan memperkuat kontribusi nyata bagi daerah,” ujar Khairul yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Editor: Muhamad Taslim Dalma



















