SULTRATOP.COM, MUNA BARAT – Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Pemkab Mubar) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan resmi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi). Langkah strategis ini diambil demi mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis digital yang modern dan akuntabel di aula SMPN 1 Tiworo Tengah, Jumat (26/6/2026).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Muna Barat, Hamse, menyampaikan bahwa penerapan Srikandi merupakan lompatan besar dalam transformasi digital yang tengah berjalan di lingkungan pemerintah daerah. Sebagai aplikasi umum nasional di bidang kearsipan, Srikandi hadir menjadi fondasi penting untuk menciptakan administrasi pemerintahan yang lebih tertib, efisien, terstandar, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Hamse, Bupati Muna Barat La Ode Darwin bersama Wakil Bupati Ali Basa memberikan dukungan penuh agar aplikasi ini segera diimplementasikan secara menyeluruh di Muna Barat.
“Pemanfaatan aplikasi Srikandi menjadi langkah penting dalam mendukung terciptanya birokrasi yang modern, transparan, dan cepat. Selain mempermudah pengelolaan arsip, aplikasi ini juga meningkatkan keamanan dokumen serta memudahkan pencarian arsip ketika dibutuhkan,” ujar Hamse.
Hamse menjelaskan, aplikasi Srikandi memungkinkan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) mengelola surat masuk, surat keluar, disposisi, hingga penyimpanan arsip secara digital dan terintegrasi. Dampaknya, proses pelayanan administrasi pemerintahan akan berjalan lebih cepat dan terdokumentasi dengan baik.
Untuk mengakselerasi pemanfaatan aplikasi ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Mubar telah menelurkan beberapa inovasi sepanjang tahun 2026. Salah satunya adalah menyediakan Pojok Informasi Digital Srikandi (PIDS). Fasilitas ini memudahkan seluruh OPD dan kecamatan untuk mengakses panduan aplikasi Srikandi tanpa harus datang langsung ke kantor dinas.
Selain PIDS, tambah Hamse, pihaknya juga telah menyelesaikan beberapa inovasi dalam menunjang tata kelola arsip yang mudah, transparan, efektif dan efisien. Pertama Sistem Informasi Klasifikasi Arsip Pintar (SIKAP). Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah pencarian nomor surat, sehingga aparatur tidak perlu lagi membuka lembaran Peraturan Bupati (Perbup) mengenai sistem klasifikasi arsip secara manual.
Kedua, pengelolaan arsip berbasis Google Sheet yang teritegrasi dengan Google Drive. Inovasi ini dibuat untuk mempermudah akses data secara real-time sekaligus mempercepat proses penemuan kembali arsip.
Ketiga, pemanfaatan Google Drive dalam penyusunan arsip. Memanfaatkan ruang penyimpanan awan untuk mengefisiensikan biaya, menawarkan aksesibilitas yang tinggi, serta memberikan kemudahan dalam integrasi data penyusutan dokumen
Hamse berharap, pada 2026 ini seluruh OPD dan kecamatan di Mubar bisa mulai beralih menggunakan aplikasi Srikandi dalam pengelolaan arsip dinamisnya. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan sistem ini tidak hanya bertumpu pada kecanggihan teknologi, melainkan pada komitmen dan kesungguhan setiap instansi untuk menggunakannya secara konsisten.
Sementara itu, Plh Sekda Mubar yang juga Asisten 2 Setda Mubar, Bahar Budiman menyampaikan pemerintah daerah mendukung penuh penerapan aplikasi Srikandi di seluruh OPD dan kecamatan. Menurutnya, digitalisasi tata kelola arsip merupakan kebutuhan yang tidak bisa lagi ditunda seiring perkembangan teknologi dan tuntutan reformasi birokrasi.
“Pemerintah Kabupaten Muna Barat berkomitmen mendukung penuh implementasi Aplikasi Srikandi. Saya berharap seluruh perangkat daerah dapat menerapkannya secara optimal agar sistem administrasi pemerintahan semakin tertib, cepat, transparan, dan akuntabel,” kata Bahar Budiman.
Bahar Budiman menjelaskan aplikasi Srikandi ini dirancang khusus untuk mendukung arsip secara dinamis dan terintegrasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk mempermudah proses dan menciptakan pengelolaan penyimpanan dan temu kembali semua arsip secara digital.
Mengakhiri penyampaiannya, Bahar berharap kehadiran aplikasi Srikandi ini dapat memangkas birokrasi yang berbelit-belit menjadi lebih ringkas dan transparan. Ia pun mengimbau seluruh OPD serta kecamatan di Muna Barat untuk segera mengadopsi sistem anyar ini tanpa menunda-nunda lagi. (B/ST)
Laporan: Adin

















