SULTRATOP.COM, KENDARI – Antusiasme masyarakat mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMAN 4 Kendari terbilang tinggi. Memasuki hari ketiga pendaftaran, ratusan calon peserta didik memadati loket layanan untuk memperebutkan 540 kuota siswa baru.
Di tengah tingginya minat pendaftar, pihak sekolah menegaskan seluruh proses seleksi berlangsung sesuai petunjuk teknis dan tidak menerima siswa titipan, praktik nepotisme, maupun pungutan liar.
Ketua Panitia SPMB 2026 SMAN 4 Kendari, Andi Dessy R., mengatakan minat masyarakat untuk mendaftarkan anaknya di sekolah tersebut masih tinggi hingga hari ketiga pelaksanaan pendaftaran.
“Di hari ketiga ini, layanan pendaftaran dimulai pukul 09.00 hingga 15.00 Wita. Hari ini kami belum bisa menyebutkan berapa yang mendaftar karena masih terus bergulir. Alhamdulillah peserta masih berminat dengan sekolah ini,” ujar Andi Dessy kepada Sultratop.com, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan, panitia membuka lima loket pelayanan untuk memudahkan proses pendaftaran dan verifikasi berkas. Loket tersebut melayani jalur domisili putra, domisili putri, prestasi rapor, prestasi akademik dan non-akademik, serta afirmasi dan mutasi.

Tahun ini SMAN 4 Kendari membuka penerimaan siswa baru melalui empat jalur utama, yakni domisili, afirmasi, mutasi orang tua, dan prestasi. Khusus jalur prestasi dibagi lagi menjadi empat kategori, yaitu prestasi rapor, prestasi akademik, prestasi non-akademik, dan afirmasi.
Untuk jalur domisili, calon peserta didik harus berasal dari wilayah yang telah ditetapkan sesuai petunjuk teknis, meliputi Kelurahan Kadia, Kelurahan Bende, dan sebagian wilayah Kelurahan Mandonga.
“Pendaftaran online dan verifikasi berkas dimulai sejak 22 Juni sampai 1 Juli 2026. Hari pertama ada 50 orang yang mendaftar, kemudian hari kedua bertambah menjadi 171 pendaftar,” katanya.
Andi menambahkan, seleksi pada jalur prestasi rapor menggunakan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang disesuaikan dengan kuota yang tersedia. Sementara jalur prestasi akademik dan non-akademik diperuntukkan bagi siswa yang memiliki prestasi pada tingkat internasional, nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota.
Adapun jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon peserta didik dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah yang dibuktikan dengan kepesertaan dalam program pemerintah seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Jika jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia, aspek domisili juga menjadi pertimbangan dalam proses seleksi.
“Sekolah ini menyediakan 15 kelas untuk menampung ratusan siswa baru. SMAN 4 Kendari merupakan salah satu sekolah rujukan favorit dan kami bersyukur masih dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, pihak sekolah mengaku terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menjaga kepercayaan masyarakat Kota Kendari.
“Bagi calon siswa tahun ajaran baru, kami di SMAN 4 Kendari selalu membuka diri. Tetap semangat mendaftar sesuai ketentuan juknis yang berlaku, karena kami tidak menerima orang titipan, nepotisme, dan pungli melalui jalur SPMB 2026,” tegasnya. (A/ST)
Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Muhamad Taslim Dalma















