18 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Kisah Mahasiswi UHO Asal Koltim: Raih Prestasi di Grand Model Miss Muslimah Level Nasional

  • Bagikan
Kisah Mahasiswi UHO Asal Koltim: Raih Prestasi di Grand Model Miss Muslimah Level Nasional

SULTRATOP.COM – Di tengah gemerlap panggung dan sorot lampu nasional, nama Patma Intan Lestari (20) disebut dengan penuh kebanggaan. Mahasiswi asal Kolaka Timur (Koltim) itu tak hanya tampil percaya diri, tetapi juga sukses meraih prestasi di ajang Grand Model Miss Muslimah hingga level nasional.

Mahasiswi aktif di Universitas Halu Oleo (UHO) jurusan Administrasi Bisnis ini membuktikan bahwa mimpi besar tak mengenal batas geografis. Dari daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra), ia melangkah mantap, menaklukkan panggung provinsi hingga nasional, dan membawa pulang gelar Runner Up 3 serta penghargaan Best Interview pada ajang yang digelar dari 29 Januari hingga 1 Februari 2026 tersebut.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Apa yang dicapai oleh Patma menjadi bukti bahwa muslimah Sultra mampu bersaing di kancah nasional.

“Jujur saya kaget sekaligus terharu. Rasanya campur aduk antara bahagia, tidak menyangka, dan sangat bersyukur. Semua proses dan perjuangan terasa terbayar di momen itu,” ungkap Patma kepada Sultratop.com.

Sebelumnya di tingkat provinsi, Patma menjadi Winner Grand Model Miss Muslimah Sulawesi Tenggara  dengan tiga kategori bergengsi: Grand Star of The Year, Amazing Model of The Year, dan Charming Model of The Year.

Berawal dari Sebuah Famplet di Instagram

Ketertarikan Patma pada dunia modeling bukan sekadar ingin tampil di depan kamera. Ia ingin mengeksplorasi potensi diri secara profesional.

“Saya percaya dunia modeling bisa membantu saya belajar disiplin, public speaking, serta menumbuhkan rasa percaya diri. Sekaligus menjadi representasi muslimah dari Sulawesi Tenggara,” tuturnya.

Awalnya, sang mentor melihat famplet lomba di Instagram dan menanyakan kesiapannya untuk ikut. Tanpa ragu, Patma menjawab iya. Ia mengisi formulir, mengikuti technical meeting, dan memulai prosesnya.

Motivasinya sederhana tapi kuat: ingin berkembang dan menjadi inspirasi bagi muslimah muda, khususnya di Sulawesi Tenggara.

Di balik gemerlap panggung, ada pertarungan batin yang harus ia menangkan. Tantangan terbesarnya bukan peserta lain, melainkan rasa tidak percaya diri.

“Kadang suka overthinking, takut kurang maksimal, apalagi lihat peserta lain yang juga hebat-hebat. Tapi saya belajar fokus pada diri sendiri dan tidak terlalu membandingkan,” katanya.

Ia menjaga mental dengan melatih ketenangan dan kepercayaan diri. Secara fisik, ia disiplin menjaga pola makan, istirahat cukup, dan rutin latihan catwalk.

Persiapan materi pun tidak sedikit. Outfit, sepatu, make up, hingga biaya karantina harus dipersiapkan matang. Ia bersyukur mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya, Samsia dan Alimuddin, serta bantuan dari Pemerintah Kolaka Timur.

Sorume: Simbol Anggun dan Kuat

Pada tingkat nasional, perjalanan Patma semakin menantang. Ia mengikuti karantina pada 29 Januari hingga 2 Februari 2026 di Kebayoran Park Hotel Jakarta Selatan. Malam final digelar di Noya x 80Proof Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 Jakarta.

Di ajang Grand Model Miss Muslimah Indonesia tersebut, Patma berhasil meraih Runner Up 3 sekaligus penghargaan Best Interview.

“Runner Up 3 jadi bukti bahwa semua usaha tidak sia-sia. Untuk Best Interview, itu terasa sangat spesial karena bukan hanya soal penampilan, tapi cara saya berpikir dan menyampaikan jawaban,” jelasnya.

Dalam sesi nasional, ia mengangkat tema Bunga Anggrek Sorume khas Kolaka Timur sebagai kostum dan filosofi.

“Sorume adalah bunga khas daerah saya yang memiliki keindahan dan keunikan tersendiri. Dari daerah yang mungkin tidak banyak dikenal, tetap bisa tumbuh sesuatu yang indah dan bernilai,” ujarnya.

Baginya, Sorume melambangkan perempuan yang anggun namun kuat, sederhana tetapi memiliki daya tarik. Sebuah pesan bahwa muslimah Sulawesi Tenggara bisa tumbuh dan bersinar tanpa kehilangan identitas.

Pesan untuk Muslimah Muda Sultra

Patma menitipkan pesan bagi generasi muda.

“Jangan pernah ragu mencoba hal baru. Jangan minder hanya karena kita berasal dari daerah. Kita punya potensi yang sama untuk berkembang dan berprestasi”.

Ia menegaskan bahwa yang sering membatasi seseorang bukan orang lain, melainkan rasa takut dalam diri sendiri.

Ke depan, Patma ingin terus berkembang, baik di dunia modeling maupun pendidikan. Ia juga bercita-cita sukses di bidang Administrasi Bisnis, memiliki usaha sendiri, dan menjadi perempuan mandiri yang bermanfaat bagi banyak orang.

Dari Kolaka Timur ke panggung nasional, Patma Intan Lestari telah membuktikan satu hal: mimpi besar bisa tumbuh dari daerah, selama ada keberanian untuk melangkah dan keyakinan untuk bersinar. (===)

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan