SULTRATOP.COM, KENDARI – Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Tenggara (Kemenhaj Sultra) mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur penawaran umrah murah tanpa memastikan legalitas biro perjalanan.
Calon jemaah diminta memverifikasi izin operasional travel, kepastian tiket penerbangan, hingga akomodasi hotel sebelum melunasi biaya keberangkatan, guna mencegah risiko penipuan dan gagal berangkat.
Kepala Kanwil Kemenhaj Sultra, Muhammad Lalan Jaya menegaskan, harga murah bukan jaminan perjalanan akan berjalan lancar. Ia meminta calon jemaah lebih teliti, terutama dalam memeriksa legalitas travel sebelum melakukan pembayaran.
“Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan izin operasional biro perjalanan masih aktif,” ungkapnya di Kendari pada Rabu (25/2/2026).
Menurut Lalan, banyak persoalan bermula dari travel yang pernah berizin, namun masa berlakunya habis dan tidak diperpanjang. Kondisi ini berisiko menimbulkan kendala saat proses pemberangkatan jemaah.
Selain memastikan izin, calon jemaah juga harus mengecek kepastian tiket penerbangan dan akomodasi. Maskapai yang digunakan dalam perjalanan umrah tidak boleh sering berganti dan maksimal hanya satu kali transit.Hotel tempat menginap pun harus resmi serta memiliki rekomendasi dari otoritas terkait di Arab Saudi.
“Kalau tiket dan hotel sudah jelas, barulah visa bisa diproses dengan aman. Semua tahapan harus dipastikan sebelum jemaah melunasi biaya,” jelasnya.
Lalan turut menyarankan masyarakat memilih travel yang memiliki kantor jelas di Sulawesi Tenggara agar mudah dikoordinasikan jika terjadi kendala. Kejelasan alamat dan struktur organisasi dinilai penting untuk menjamin tanggung jawab penyelenggara.
Di sisi lain, agen atau cabang travel diimbau tidak nekat memberangkatkan jemaah tanpa status resmi. Jika hanya sebagai perwakilan, legalitasnya harus dapat dipertanggungjawabkan oleh kantor pusat.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan agar masyarakat tidak dirugikan oleh penawaran umrah murah yang berisiko. Kemenhaj Sultra menegaskan, kehati-hatian sejak awal menjadi kunci agar ibadah berjalan lancar tanpa hambatan. (B/ST)
Kontributor: Ismu Samadhani
















