SULTRATOP.COM, KENDARI – Di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka (ASR), cita-cita membangun kemandirian ekonomi desa mulai menjelma menjadi kerja nyata.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra menuntaskan 100 persen pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada 2025, sekaligus mengakselerasi pembangunan infrastruktur pendukung di 502 titik yang ditargetkan rampung pada Maret 2026.
Program strategis nasional andalan Presiden Prabowo ini bakal jadi fondasi penguatan ekonomi rakyat, dengan desa dan kelurahan sebagai poros utama pertumbuhan.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, La Ode Muhamad Shalihin, menjelaskan bahwa setelah seluruh koperasi terbentuk, fokus pemerintah kini diarahkan pada persiapan operasionalisasi. Tahapan ini mencakup penyediaan lahan atau aset, baik yang disiapkan oleh pemerintah kabupaten/kota maupun oleh pemerintah provinsi.
“Saat ini juga sedang gencar-gencarnya dilakukan pembangunan gedung, gerai, kantor, atau pergudangan lainnya oleh PT Agrinas Pangan Nusantara bersama Kodim,” ungkap Shalihin saat ditemui di kantornya, Rabu (7/1/2026).
Ia menyebutkan, sesuai arahan pemerintah pusat, anggaran yang dikelola PT Agrinas Pangan Nusantara dialokasikan untuk pembangunan fisik Koperasi Merah Putih di 502 titik yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Dari jumlah tersebut, pembangunan di 489 titik telah berjalan.
Target penyelesaian fisik seluruh bangunan ditetapkan pada Maret 2026. Dalam prosesnya, PT Agrinas melibatkan TNI untuk mendukung pembangunan kantor, gudang, serta gerai sembako yang terintegrasi dengan layanan ekonomi desa.
Di sisi lain, Dinas Koperasi dan UMKM Sultra juga telah melakukan koordinasi lintas sektor dan berencana membentuk tim verifikasi serta validasi pembangunan. Langkah ini mengacu pada surat edaran Kementerian Dalam Negeri guna memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan.
Untuk kategori operasionalisasi koperasi, terdapat tiga indikator utama, yakni tersedianya gerai, perekrutan anggota, serta adanya usaha yang sudah berjalan. Hingga saat ini, tingkat operasionalisasi Koperasi Merah Putih di Sultra telah mencapai 39 persen dari total 2.285 koperasi yang ada.
“Namun untuk pembangunan gedung yang dibiayai pemerintah pusat, baru 502 titik yang diberikan. Kami dari provinsi terus memonitoring pembangunannya agar program strategis nasional ini dapat berjalan sukses di Sultra,” ujar Shalihin. (A/ST)
Kontributor: Ismu Samadhani



















