26 May 2024
Indeks

7 Fakta tentang Jerapah, Hewan Tertinggi di Dunia yang Tidur Hanya 30 Menit

  • Bagikan
Jerapah (Foto: Pixabay.com)

SULTRATOP.COM – Jerapah merupakan salah satu dari empat spesies dari genus Giraffa mamalia berkuku pemamah biak berleher panjang di Afrika. Ciri Jerapah memiliki kaki panjang dan pola bulu bercak coklat tidak beraturan.

Sebagai hewan tertinggi di dunia, Jerapah memiliki hal menarik yang mungkin belum Anda ketahu. Berikut fakta menarik seputar jerapah.

Iklan Astra Honda Sultratop

1. Hewan Darat Tertinggi

Dengan kaki dan leher yang panjang, jerapah menjadi yang tertinggi dari semua hewan darat. Jerapah jantan tingginya bisa melebihi 5,5 meter (18 kaki), dan betina tertinggi sekitar 4,5 meter.

Kaki jerapah lebih panjang dari panjang rata-rata kaki manusia. Panjang kaki jerapah sekitar enam kaki. Leher jerapah juga lebih dari enam kaki panjangnya.

Jerapah (Foto: Pixabay.com)

2. Tidur Hanya 30 Menit

Jerapah biasanya tidur sambil berdiri agar bisa kabur dengan cepat saat menghadapi bahaya di alam liar. Mereka juga tidur dalam waktu yang sangat singkat.

Secara kumulatif, jerapah hanya tidur 30 menit per hari. Apalagi, jerapah adalah hewan damai yang tidak memiliki gigi atau cakar tajam untuk mempertahankan diri, jadi mereka harus selalu waspada.

Di alam liar, jerapah selalu waspada dari singa dan pemangsa lainnya di hutan Afrika. Caranya, jerapah tidur sebentar dan terus mengedipkan mata bahkan saat tidur. Alasan lain untuk tidur yang sedikit ini adalah karena jerapah membutuhkan waktu lama untuk mencerna makanannya.

Informasi lain menyebut sesungguhnya hewan terpanjang di dunia ini tidur sekitar empat setengah jam, tetapi ini juga tidak cukup. Bagaimana hewan sebesar itu bisa tidur cukup? Nyatanya, beberapa kali tidur siang memberi energi pada jerapah.

Jerapah menyelesaikan sebagian besar tidurnya dalam waktu lima menit. Terkadang mereka bahkan tidur dengan mata terbuka. Istimewanya, meski sedang tidur, mereka siap kabur saat merasakan bahaya.

3. Lebih Kuat dari Unta

Jerapah ternyata bisa hidup di situasi kekurangan air. Selama ini hewan yang terkenal bisa bertahan di tengah keterbatasan air adalah unta yang bisa bertahan hidup di gurun pasir.

Jerapah sebenarnya bisa bertahan lebih lama daripada unta. Sebab jerapah mendapatkan sebagian besar air dari daun yang mereka konsumsi.

Oleh karena itu, jerapah hanya perlu minum air setiap beberapa hari sekali. Selain itu, orang Yunani kuno percaya bahwa jerapah adalah unta dengan mantel macan tutul, maka nama ilmiah jerapah adalah Giraffa camelopardalis.

4. Lidah Super Panjang

Jerapah memiliki lidah yang super panjang. Dengan menggunakan lidah panjangnya ini jerapah dapat meraih dedaunan dengan jarak setengah meter dari mulutnya.

Bentuk, ukuran, dan warna lidah jerapah telah berevolusi dari waktu ke waktu untuk menyesuaikan diri dengan makanan favoritnya.

Pilihan makanan jerapah adalah daun dari pohon akasia. Jenis pohon ini tinggi dan memiliki cabang diselingi daun dan duri yang panjang.

Lidah jerapah yang panjang memiliki kemampuan untuk menggenggam, artinya jerapah dapat menggunakan lidahnya untuk mengupas daun pohon akasia sambil menghindari banyak duri tajam.

Jerapah (Foto: Pixabay.com)

5. Bayi Terbesar

Bayi jerapah adalah salah satu bayi baru lahir terbesar yang pernah tercatat. Namun bukan hanya ukurannya yang membedakan mereka dari hewan lain.

Induk jerapah betina melahirkan bayi setelah usia kehamilan 14 bulan. Saat bayi jerapah lahir, ia jatuh setinggi 6 kaki ke tanah. Jatuhnya sama sekali tidak melukai bayi jerapah, tetapi membuatnya menarik napas dalam-dalam. Setelah sekitar satu jam, bayi bisa berjalan sendiri.

Saat bayi jerapah lahir, hewan tersebut rata-rata memiliki tinggi 6 kaki dan beratnya berkisar antara 100 hingga 150 pon. Bayi jerapah dianggap dewasa sepenuhnya, atau dewasa, saat mereka berusia 4 tahun.

6. Populasinya Terus Berkurang

Dengan populasi dunia di bawah 100.000, banyak konservasionis mengatakan jerapah terancam punah. Jerapah adalah mamalia dan secara alami hanya ditemukan di Afrika.

Hewan jerapah dapat dengan mudah disaksikan di padang rumput dan hutan terbuka di Afrika Timur. Jerapah terdapat di cagar alam seperti Taman Nasional Serengeti di Tanzania dan Taman Nasional Amboseli di Kenya.

Jerapah pada dasarnya memang adalah hewan Afrika tetapi kini mereka dapat ditemukan di seluruh dunia. Namun, populasi jerapah terus menurun.

Menurut International Union for Conservation of Nature Red List of Threatened Species, populasi jerapah menurun karena perburuan, peternakan, latihan militer dan lain-lain. Hanya ada sekitar 68.293 jerapah dewasa di dunia.

7. Punya Suara Dengungan

Anda mungkin mengenal jerapah sebagai hewan yang sangat pendiam dan kalem. Bahkan orang biasanya menganggap hewan itu bisu dan tidak bersuara.

Namun tahukah Anda, penelitian telah menunjukkan bahwa hewan raksasa itu menghasilkan vokalisasi. Para peneliti bahkan merekam suara dengungan yang dibuat jerapah pada malam hari. (===)

 

Sumber: britannica.com, news.cgtn.com, indiatimes.com, safarisafricana.com, sciencing.com



google news sultratop.com
  • Bagikan