18 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 25 Kendari Dibekali Laptop untuk Belajar Coding dan AI

  • Bagikan
Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 25 Kendari Dibekali Laptop untuk Belajar Coding dan AI
Proses pembelajaran coding dan AI di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 25 Kendari. (Ismu/Sultratop.com)

SULTRATOP.COM, KENDARI — Para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 25 Kendari dibekali fasilitas laptop untuk menunjang pembelajaran coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Kepala SRMP 25 Kendari, Ferdinand Nicholas Boonde, mengatakan bahwa laptop tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) guna mendukung proses pembelajaran berbasis digital.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

“Setiap siswa difasilitasi satu laptop selama kegiatan belajar mengajar di kelas. Namun, perangkat tersebut tidak dibawa pulang. Setelah jam pelajaran berakhir, laptop dikumpulkan kembali dan tidak dibawa ke asrama,” ungkap Ferdinand saat ditemui di kantornya, Kamis (15/1/2026).

Saat ini, SRMP 25 Kendari memiliki 49 unit laptop sesuai dengan jumlah siswanya. Sementara itu, laptop untuk 11 tenaga pengajar SRMP 25 Kendari dijadwalkan akan diterima pada Januari 2026.

Ferdinand menjelaskan bahwa fasilitas laptop tersebut digunakan untuk mendukung kurikulum SRMP 25 Kendari yang telah memasukkan mata pelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI) dengan tenaga pengajar khusus.

Guru Coding dan AI SRMP 25 Kendari, Aswan, menyampaikan bahwa tantangan utama dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut adalah latar belakang siswa yang tidak diseleksi berdasarkan kemampuan akademik, melainkan berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Hal ini menyebabkan sebagian siswa belum terbiasa menggunakan perangkat teknologi dasar.

Bahkan, terdapat siswa yang belum mampu menyalakan laptop. Oleh karena itu, pihak sekolah terus melakukan pendampingan secara intensif agar seluruh siswa dapat mengoperasikan perangkat tersebut secara mandiri.

“Pada semester pertama pembelajaran coding dan AI, para siswa mendapatkan literasi digital. Sementara pada semester dua, pembelajaran difokuskan pada praktik langsung menggunakan aplikasi. Satu siswa ditargetkan bisa membuat satu game dari materi yang diajarkan,” tutur Aswan. (B/ST)

Kontributor: Ismu Samadhani

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan