21 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Singapura Jadi Investor Terbesar di Sultra, Realisasi Investasi Capai Rp5,05 Triliun

  • Bagikan
Singapura Jadi Investor Terbesar di Sultra, Realisasi Investasi Capai Rp5,05 Triliun
Ilustrasi investor asing (Sumber foto: Internet)

SULTRATOP.COM, KENDARI — Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin dilirik investor internasional. Pada awal 2026, Singapura tercatat sebagai negara dengan realisasi investasi terbesar di Bumi Anoa.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sultra, investor asal Singapura membukukan realisasi investasi sebesar Rp5,05 triliun.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Nilai tersebut menyumbang sekitar 60 persen dari total Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk ke Sulawesi Tenggara, yakni Rp8,33 triliun sepanjang Triwulan I 2026 atau periode Januari–Maret.

Kepala DPMPTSP Sultra, La Ode Muhammad Nurjaya, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor global terhadap iklim investasi di Bumi Anoa.

“Masuknya investasi asing menjadi indikator bahwa Sulawesi Tenggara masih menjadi salah satu daerah tujuan investasi yang menarik. Kami terus memberikan pendampingan kepada investor agar realisasi investasi terus meningkat,” katanya.

Selain Singapura, Hong Kong menempati posisi kedua dengan nilai investasi mencapai Rp1,85 triliun, disusul Kanada sebesar Rp1,27 triliun.

Investor dari Republik Rakyat Tiongkok juga mencatatkan investasi sebesar Rp132 miliar, sementara Jepang sebesar Rp6,45 miliar.

Sejumlah negara lainnya turut berkontribusi, di antaranya India senilai Rp2,77 miliar, Malaysia Rp1,23 miliar, Jerman Rp975,9 juta, Uni Emirat Arab Rp737,7 juta, Thailand Rp300 juta, Belanda Rp297,2 juta, Kepulauan Virgin Inggris Rp217,1 juta, Spanyol Rp147,4 juta, Korea Selatan Rp40 juta, serta Amerika Serikat sebesar Rp15,62 juta.

Sementara itu, Benin dan Swiss belum mencatatkan realisasi investasi di Sulawesi Tenggara selama periode tersebut.

Nurjaya optimistis capaian investasi pada awal tahun menjadi modal positif untuk meningkatkan realisasi hingga akhir 2026.

Menurut Nurjaya, sektor pengolahan dan hilirisasi mineral masih menjadi daya tarik utama bagi investor asing yang menanamkan modal di Sulawesi Tenggara.

Untuk industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya, capaian realisasi investasinya mencapai Rp7,92 triliun, disusul sektor pertambangan 2,72 triliun.

Kemudian sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp733 miliar, perdagangan dan reparasi Rp685 miliar, serta listrik, gas dan air Rp614 miliar.

Sektor lainnya meliputi industri mineral nonlogam Rp93,9 miliar, tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp81,8 miliar, hotel dan restoran Rp51,4 miliar, serta industri makanan Rp50,5 miliar.

Ada pula sektor industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam Rp41,4 miliar, industri kimia dan farmasi Rp40,8 miliar, serta transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp26,3 miliar.

Sektor konstruksi Rp18,2 miliar, jasa lainnya Rp14 miliar, industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain Rp5,8 miliar, perikanan Rp2,8 miliar, industri kertas dan percetakan Rp9,1 juta, industri kayu Rp6,9 juta, serta industri tekstil Rp1 juta.

Sedangkan berdasarkan daerah kabupaten kota di Sultra, capaian realisasi investasi terbanyak ada di Kabupaten Kolaka Rp8,68 triliun, disusul Konawe Utara Rp2,39 triliun, Konawe Rp1,22 triliun, Kota Kendari Rp353 miliar, dan Konawe Selatan Rp178 miliar.

Kemudian Buton Rp145 miliar, Bombana Rp27 miliar, Kolaka Utara Rp25,9 miliar, Wakatobi Rp19,1 miliar, Baubau Rp13,5 miliar, dan Buton Tengah Rp13,1 miliar, Muna Rp6,3 miliar, Konawe Kepulauan Rp5,4 miliar, Buton Utara Rp3,06 miliar, Kolaka Timur Rp2,3 miliar, Buton Selatan Rp1,2 miliar, dan Muna Barat Rp290 juta.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, kata dia, akan terus memperkuat promosi peluang investasi, menyederhanakan pelayanan perizinan, serta memberikan pendampingan kepada calon investor.

“Harapannya, arus investasi yang terus meningkat tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujarnya.(B/ST)

Laporan: M11
Editor: Jumriati

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan