SULTRATOP.COM, KENDARI – Kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari periode 2026-2030 mulai menggeliat. Dua figur yang sebelumnya pernah mencicipi atmosfer persaingan kini kembali masuk bursa dan siap bertarung memperebutkan jabatan tertinggi di kampus terbesar di Sulawesi Tenggara (Sultra) tersebut.
Dua nama yang resmi mendaftar adalah Dekan Fakultas Farmasi UHO, Prof Ruslin, serta Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat UHO, Prof Takdir Saili.
Prof Ruslin menjadi kandidat yang lebih dulu memastikan diri masuk dalam persaingan. Ia menyerahkan berkas pencalonan di Sekretariat Panitia Pilrek UHO, Gedung Rektorat lantai IV, pada Senin (18/5/2026).
Bagi Prof Ruslin, Pilrek kali ini menjadi kesempatan kedua untuk bersaing menuju kursi rektor. Pengalaman mengikuti pemilihan sebelumnya disebut menjadi bekal penting untuk menghadapi kontestasi yang kembali bergulir.
Guru Besar Farmasi itu mengaku datang dengan persiapan yang lebih matang. Pengalaman lebih dari 30 tahun mengabdi di lingkungan UHO diyakininya menjadi modal untuk membawa perubahan di tingkat universitas.
Kariernya di kampus tidak hanya terbatas sebagai pengajar. Ia pernah berperan sebagai peneliti hingga dipercaya memimpin Fakultas Farmasi sebagai dekan.
“Saya merasa lebih siap karena persiapan sudah dilakukan jauh sebelumnya,” ujarnya.
Ia menargetkan peningkatan reputasi UHO agar tidak hanya kuat di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di ranah internasional.
Sementara itu, persaingan semakin menarik setelah Prof Takdir Saili resmi masuk dalam bursa calon pada Rabu (20/5/2026). Kehadirannya menambah tensi Pilrek karena ia juga memiliki pengalaman kompetitif pada pemilihan sebelumnya.
Dalam Pilrek periode 2025-2029, Prof Takdir tampil sebagai salah satu pesaing utama. Ia meraih 30 suara dan hanya terpaut satu suara dari Prof Armid yang keluar sebagai pemenang dengan 31 suara. Selisih tipis itu membuat namanya kembali diperhitungkan dalam pertarungan kali ini.
“Targetnya tentu mendapatkan hasil yang lebih baik,” kata Prof Takdir usai mendaftar.
Akademisi yang kini menjabat Wakil Rektor IV tersebut memiliki rekam jejak panjang dalam tata kelola kampus. Ia pernah menjadi kepala laboratorium, ketua jurusan, dekan, anggota senat universitas hingga direktur pascasarjana.
Menurutnya, pengalaman selama mendampingi kepemimpinan sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk menyusun arah baru pengembangan UHO.
Meski persaingan mulai terbentuk, kedua bakal calon sama-sama menekankan pentingnya menjaga iklim akademik tetap harmonis selama tahapan Pilrek berlangsung.
Mereka menilai proses pemilihan bukan sekadar kompetisi politik kampus, tetapi bagian dari upaya bersama menentukan masa depan UHO.
Saat ini, tahapan pendaftaran masih berlangsung hingga 2 Juni 2026. Panitia juga membuka kemungkinan perpanjangan sampai 8 Juni apabila jumlah bakal calon belum memenuhi syarat minimal empat orang.
Dengan masuknya Prof Ruslin dan Prof Takdir, Pilrek UHO 2026 akan semakin menarik sebagai panggung pertarungan pengalaman, rekam jejak, dan visi besar untuk membawa UHO memasuki babak baru kepemimpinan. (B/ST)
Kontributor: Ismu Samadhani














