SULTRATOP.COM, KENDARI – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Sulawesi Tenggara tetap aman selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Hal ini disampaikan menyusul beredarnya informasi terkait kesulitan memperoleh LPG 3 kg di sejumlah daerah pada awal Ramadan.
Beberapa laporan sebelumnya menyebutkan adanya kendala mendapatkan LPG 3 kg di wilayah Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, serta di beberapa kecamatan di Kabupaten Bombana. Kondisi tersebut terjadi seiring meningkatnya kebutuhan energi rumah tangga selama Ramadan yang menyebabkan lonjakan konsumsi LPG di masyarakat.
Sales Branch Manager (SBM) Sultra IV Gas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Yudhistira, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi peningkatan kebutuhan LPG melalui penambahan alokasi pasokan di wilayah Sulawesi Tenggara.
“Sepanjang masa Ramadan dan Idulfitri, Pertamina Patra Niaga telah mengalokasikan penyaluran hingga 1.848.000 tabung LPG 3 kg untuk wilayah Sulawesi Tenggara. Jumlah ini meningkat sekitar 8–10 persen dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya,” ujarnya saat kegiatan pemantauan lembaga penyalur lintas sektoral di SPPEK PT Karunia Harapan Sejati di Kota Kendari, Senin (16/3/2026).
Ia menambahkan, pada awal Ramadan yang bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek, Pertamina juga menyalurkan tambahan pasokan sekitar 160 metrik ton atau setara dengan sekitar 75 persen dari rata-rata penyaluran harian di wilayah tersebut.
Memasuki minggu kedua dan ketiga Ramadan, tambahan pasokan juga kembali disalurkan sekitar 66 persen dari penyaluran harian. Sementara pada minggu terakhir Ramadan, penambahan pasokan direncanakan mencapai hingga 200 persen dari penyaluran harian normal untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan menjelang Idulfitri.
Pertamina bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DPC IV Sulawesi Tenggara terus melakukan pemantauan distribusi di lapangan guna memastikan penyaluran LPG subsidi berjalan lancar hingga ke tingkat agen dan pangkalan.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Bidang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara, Windidia Novita. Ia menyampaikan bahwa kondisi stok LPG di wilayah Sulawesi Tenggara saat ini berada dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan sesuai ketentuan.
Windidia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan dan tetap membeli LPG sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjelaskan bahwa harga LPG yang tinggi umumnya terjadi di tingkat pengecer. Ia menegaskan bahwa pengecer tidak termasuk dalam rantai distribusi resmi Pertamina.
“Distribusi resmi LPG 3 kg dari Pertamina hanya sampai pada agen dan pangkalan. Jika ditemukan agen maupun pangkalan yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah daerah, maka akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk memastikan penyaluran LPG subsidi tepat sasaran serta digunakan oleh masyarakat yang berhak.
Selain itu, masyarakat dengan kondisi ekonomi yang mampu diimbau untuk menggunakan LPG non-subsidi seperti Bright Gas agar LPG 3 kg yang merupakan produk subsidi pemerintah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI), Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus memantau perkembangan kebutuhan energi masyarakat dan menyiapkan langkah antisipatif guna menjaga kelancaran distribusi LPG selama periode Ramadan hingga Idulfitri. (—)















