SULTRATOP.COM, KENDARI – Tahapan akhir persiapan haji 2026 di Sulawesi Tenggara (Sultra) kian mengerucut. Pemerintah memastikan jemaah calon haji siap diberangkatkan melalui Embarkasi Makassar setelah rapat koordinasi lintas instansi digelar di Asrama Haji Sultra pada Jumat (24/4/2026).
Rapat tersebut menjadi ruang sinkronisasi terakhir untuk menyatukan jadwal keberangkatan, teknis transportasi, hingga kesiapan pelayanan bagi jemaah dari seluruh kabupaten dan kota.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), melalui Asisten I Setda Sultra, Pahri Yamsul, menekankan bahwa kualitas layanan harus menjadi perhatian utama, bukan sekadar kelancaran administrasi. Ia mengingatkan bahwa jemaah harus memperoleh fasilitas yang layak sejak keberangkatan hingga berada di Tanah Suci, mulai dari tempat tinggal, konsumsi, hingga transportasi yang aman dan nyaman.
“Pelayanan yang optimal adalah kunci agar jemaah dapat beribadah dengan tenang,” ujarnya dalam sambutan.
Tak hanya itu, aspek kesehatan juga menjadi sorotan penting. Pemerintah meminta seluruh jemaah menjalani pemeriksaan menyeluruh, mengingat kondisi fisik menjadi faktor krusial selama pelaksanaan ibadah haji. Kesiapan tenaga medis serta ketersediaan obat-obatan harus dipastikan sejak di daerah hingga saat jemaah berada di Arab Saudi.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sultra, Muhammad Lalan Jaya, memastikan seluruh dinamika yang muncul dalam proses persiapan telah menemukan solusi. Ia menyebutkan bahwa masing-masing daerah telah menyampaikan kesiapan teknis, termasuk jadwal dan mekanisme pemberangkatan jemaah.
“Semua sudah dibahas dan disepakati. Kami tinggal memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai rencana,” katanya.
Sebagai informasi, total jemaah dan petugas haji asal Sultra tahun ini mencapai 2.071 orang.
Dari sebaran jemaah per kabupaten/kota, Kota Kendari menempati posisi tertinggi dengan 546 jemaah, disusul Kabupaten Kolaka sebanyak 432 jemaah dan Konawe 171 jemaah.
Selain itu, Kolaka Utara (141), Kolaka Timur (131), Kota Baubau (130), Bombana (128), Konawe Selatan (99), Wakatobi (64), Muna (57), Konawe Utara (30), Buton Tengah (27), Buton Selatan (25), Muna Barat (19), Buton Utara (12), Konawe Kepulauan (12), dan Buton (11 jemaah). Angka tersebut belum termasuk petugas pendamping haji.
Untuk mendukung kelancaran ibadah, pemerintah juga menyiapkan petugas haji yang terdiri atas 10 orang PHD, 4 orang KBIHU, serta 22 petugas kloter, seperti TPHI, TPIHI, TKHI, dan paramedis. (B/ST)
Kontributor: Ismu Samadhani



















