SULTRATOP.COM, KENDARI – Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh setiap April, Asmo Sulsel mengajak perempuan Indonesia untuk terus berperan aktif menjadi pelopor keselamatan berkendara melalui kampanye #Cari_Aman.
Semangat ini sejalan dengan perjuangan Raden Ajeng Kartini yang mendorong perempuan untuk maju, mandiri, dan berdaya. Di era modern, salah satu wujud nyata emansipasi tersebut adalah kesadaran perempuan dalam menjaga keselamatan diri di jalan sekaligus menjadi contoh positif bagi lingkungan sekitar.
Saat ini, peran perempuan sebagai pengguna sepeda motor terus meningkat, baik untuk aktivitas harian, pekerjaan, hingga mendukung mobilitas keluarga. Kondisi ini menjadikan pemahaman tentang keselamatan berkendara sebagai hal yang semakin penting.
Asmo Sulsel pun membagikan sejumlah tips berkendara aman bagi perempuan. Di antaranya adalah penggunaan perlengkapan berkendara yang sesuai standar seperti helm ber-SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, serta sepatu tertutup untuk meminimalisasi risiko cedera.
Selain itu, pengendara juga diimbau memperhatikan posisi berkendara agar tetap nyaman dan stabil. Bagi yang mengenakan rok, disarankan memilih model yang tidak mengganggu pergerakan atau menggunakan celana demi keamanan yang lebih baik.
Fokus saat berkendara juga menjadi hal krusial. Pengendara diminta menghindari penggunaan ponsel serta memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima. Pemahaman terhadap rute perjalanan dan kondisi jalan, seperti potensi lubang, jalan licin, atau kepadatan lalu lintas, turut menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan.
Tak kalah penting, menjaga kecepatan dan jarak aman dengan kendaraan lain juga harus selalu diperhatikan demi keselamatan bersama.
Melalui kampanye ini, Asmo Sulsel berharap perempuan Indonesia dapat terus menjadi inspirasi dalam menciptakan budaya berkendara yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab.
Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi, menyampaikan bahwa semangat Kartini dapat diwujudkan dalam kepedulian terhadap diri sendiri dan sesama, termasuk saat berada di jalan.
“Semangat Kartini tidak hanya tentang emansipasi, tetapi juga tentang kepedulian terhadap diri sendiri dan sesama. Dengan #Cari_Aman, perempuan bisa menjadi pelopor keselamatan di jalan,” ujarnya.
Dengan semangat Hari Kartini, diharapkan lahir generasi perempuan yang tidak hanya tangguh dan mandiri, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya keselamatan berkendara. (—)



















