SULTRATOP.COM, KENDARI – PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan di Kota Kendari.
Melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), bank milik Pemerintah Kota Kendari itu berhasil membuka 10.282 rekening Simpanan Pelajar (SimPel), sebagai upaya menanamkan budaya menabung sejak usia sekolah.
Kontribusi tersebut menjadi bagian dari peluncuran 60.819 rekening SimPel yang berlangsung di Pelataran Balai Kota Kendari, Rabu (22/7/2026). Dari jumlah itu, sebanyak 50.537 rekening dibuka oleh Bank Sultra, sedangkan 10.282 rekening lainnya merupakan hasil fasilitasi BPR Bahteramas Kendari.
Direktur Utama PT BPR Bahteramas Kendari, Suryaningsih mengatakan partisipasi pihaknya dalam Program KEJAR merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.
Menurutnya, membiasakan anak menabung sejak dini merupakan investasi penting dalam membentuk generasi yang lebih bijak mengelola keuangan di masa depan.
“Kami berkomitmen mendukung penuh Program KEJAR melalui penyediaan layanan SimPel bagi pelajar. Harapannya, budaya menabung dapat tumbuh sejak dini sehingga anak-anak memiliki bekal pengelolaan keuangan yang baik di masa depan,” ujar Suryaningsih.
Ia menjelaskan, rekening SimPel tidak hanya menjadi akses awal bagi pelajar untuk mengenal layanan perbankan, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter disiplin, tanggung jawab, serta kebiasaan mengelola keuangan secara terencana.
Bagi BPR Bahteramas Kendari, keberhasilan membuka lebih dari sepuluh ribu rekening pelajar menjadi bukti bahwa lembaga perbankan daerah memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan literasi keuangan.
Sementara itu, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan Program KEJAR. Ia menyebut, hingga saat ini sekitar 50.537 dari 55.763 siswa SD dan SMP di Kota Kendari telah memiliki rekening tabungan, atau setara dengan lebih dari 96 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi langkah besar menuju target seluruh pelajar di Kota Kendari memiliki rekening tabungan.
“Insyaallah dalam waktu dekat target 100 persen akan tercapai karena masih ada data siswa yang sedang diidentifikasi. Menabung sejak dini bukan hanya program nasional, tetapi harus menjadi budaya yang terus tumbuh di lingkungan pendidikan,” katanya.
Siska juga mengapresiasi berbagai pihak yang telah membantu penyediaan saldo awal bagi para pelajar sehingga mereka dapat langsung memiliki rekening tabungan.
Di sisi lain, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sultra, Edwin Permadi menegaskan bahwa edukasi kepada pelajar tidak berhenti pada kepemilikan rekening. Menurutnya, pelajar juga harus memahami penggunaan transaksi digital secara aman serta memiliki kemampuan menjadi konsumen jasa keuangan yang cerdas.
Senada dengan itu, Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha menilai Program KEJAR merupakan investasi jangka panjang dalam membangun karakter generasi muda yang melek keuangan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk BPR Bahteramas Kendari, yang telah berkontribusi memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar di Kota Kendari.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan semangat menabung yang mulai tumbuh di kalangan pelajar Kota Kendari. Tantangan generasi muda di era digital semakin besar, sehingga mereka perlu dibekali kemampuan mengelola keuangan sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah LPS III Sulawesi, Maluku, dan Papua, Faud Zaen menekankan bahwa keberhasilan Program KEJAR tidak hanya diukur dari jumlah rekening yang dibuka, tetapi juga dari konsistensi pelajar dalam menabung.
Menurutnya, sinergi pemerintah, regulator, perbankan, dan dunia pendidikan menjadi kunci agar budaya menabung terus tumbuh dan menjadi kebiasaan positif bagi generasi muda.
“Kita tidak hanya membuka rekening, tetapi membangun budaya menabung sejak dini. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar budaya ini terus tumbuh dan meningkatkan simpanan masyarakat di Sultra,” tutupnya. (B/ST)
Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Jumriati















