21 June 2024
Indeks
Iklan Sultratop

Amazon-nya Indonesia Bernama Muara Lakologou, Rumah bagi Ribuan Kelelawar

  • Bagikan
Amazon-nya Indonesia Bernama Muara Lakologou, Rumah bagi Ribuan Kelelawar
Tampak dari atas, Muara Lakologou yang disebut mirip sungai Amazon.

SULTRATOP.COM – Muara Lakologou memiliki luas 550 hektare yang banyak ditumbuhi mangrove dan pengunjung bisa mengelilingi kawasan muara yang terletak di Kelurahan Lakologou Kota Baubau tersebut menggunakan perahu masyarakat setempat.

Di objek wisata ini Anda akan melihat berbagai jenis tanaman mangrove yang menjadi tempat tidur kelelawar. Kemudian ada pula pemandangan kelompok burung bangau putih yang mencari makan di kawasan muara.

Iklan Astra Honda Motor Sultratop

Hamparan tanaman nipa akan menyambut kehadiran pengunjung selama menelusuri panjangnya Muara Lakologou kurang lebih 1 jam. Uniknya dari foto udara bentuk muara ini berkelok-kelok menyerupai ular. Melihat penampakan yang demikian, banyak pengunjung manyamakan muara ini dengan Sungai Amazon.

Amazon-nya Indonesia Bernama Muara Lakologou, Rumah bagi Ribuan Kelelawar
Ribuan kelelawar di Muara Lakologou. (Sumber Foto: Erna)

Menjelajah kawasan ini juga makin menantang karena muara ini juga merupakan habitat buaya. Meski ada jenis hewan buas ini tapi tidak mengganggu manusia dan jarang terlihat oleh pengunjung.

Selain itu, muara ini juga jadi rumah bagi ribuan kelelawar. Mamalia yang mampu terbang ini mulai tampak pada sore hari jelang melam. Mereka berterbangan di udara dan sebagian lagi berlantungan di pohon mangrove.

Karena areal yang terbuka, apabila cuaca sedang cerah maka pengunjung dapat menyaksikan matahari terbenam (sunset) dengan indahnya. Menikmati sunset sambil menyaksikan kawanan kelelawar menghitam di langit tentu jadi momen istimewa di Muara Lakologou.

Video penampakan ribuan kelelawar di Muara Lakologou. (Sumber: IG @ _cimang)

Kawasan muara Lakologou juga jadi sumber penghidupan masyarakat lokal. Rimbunnya pohon mangrove jadi habitat yang baik bagi kepiting, aneka ikan, dan kerang sebagai tangkapan nelayan. Banyaknya pohon nipah mendorong masyarakat setempat untuk membuat anyaman atap nipah untuk dijual.

Peran Penting Pokdarwis

Amazon-nya Indonesia Bernama Muara Lakologou, Rumah bagi Ribuan Kelelawar
Pepohonan nipah di Muara Lakologou tampak dari perahu.

Muara Lakologou sebagai destinasi wisata ditunjang oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Limbo Bungi. Pokdarwis inilah yang mendampingi pengunjung dan memberdayakan masyarakat setempat untuk terlibat dalam usaha kepariwisataan.

Ketua Pokdarwis Limbo Bungi, Erna menjelaskan demi keamanan dan keselamatan pengunjung maka banyak standar operasional dan prosedur (SOP) yang harus dipatuhi. Misal perahu yang yang disiapkan lengkap dengan jaket pelampung (life jacket) dan anak di bawah umur tak diizinkan ikut di muara ini.

Pokdarwis Limbo Bungi selama ini telah melayani tamu dari dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa wisatawan mancanegara yang sudah berkunjung, ada yang dari Prancis, Jerman, dan Inggris.

Salah satu paket yang ditawarkan adalah trip Muara Lakologou Rp100 ribu per orang (minimal 3 orang). Dengan paket ini pengunjung akan mendapatkan tur dengan perahu, melihat kelelawar, berkunjung ke pengrajin atap nipa, sekali makan dan minum, serta fasilitas jaket pelampung.

Wisatawan juga dapat menambah paket, salah satunya adalah kuliner. Muara Lakologou sebagai kawasan penghasil kepiting dan aneka kerang, maka pengunjung dapat menikmati suguhan ini saat masih segar dari nelayan langsung.

Amazon-nya Indonesia Bernama Muara Lakologou, Rumah bagi Ribuan Kelelawar
Warga setempat menekuni kerajinan atap nipah.

Opsi kuliner lain adalah ikan dole yakni kuliner khas Buton kaya rempah yang cara pembuatannya dengan menumbuk ikan lalu melewati berbagai proses hingga berbentuk segitiga seperti kue.Teksturnya yang renyah biasanya dimakan sebagai lauk dam bisa juga camilan.

“Paket-paket wisata itu sudah beberapa kali digunakan oleh tamu-tamu dari luar, termasuk Kementerian,” ujar Erna.

Saat ini Pokdarwis Limbo Bungi tengah mengggodok paket wisata living life program bersama nelayan. Di paket ini wisatawan yang menginap atau sekedar berkunjung bisa ikut serta dengan kegiatan masyarakat saat memancing ikan, menangkap kepiting bakau atau berakftivitas di keramba. Hasil tangkapan itu bisa dijadikan kuliner Menjadi Kuliner Khas daerah Buton yaitu Ikan Parende, Kepiting Kuah Kari dan berbagai olahan ikan dan kepiting lainnya.

Pokdarwis juga menyiapkan 7 rumah warga setempat sebagai homestay (penginapan). Harga sewanya Rp150 ribu sampai Rp250 ribu tergantung pilihan rumah. Beberapa rumah homestay di antaranya juga sudah siap dengan paket kuliner.

Ada alasan khusus mengapa wisatawan sebaiknya menggunakan jasa Pokdarwis yakni selain terkait penerapan SOP yang baik juga untuk pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat lokal setempat. Pokdarwis telah mengajari para nelayan untuk melayani wisatawan dan beberapa kali mengikutkan pelatihan di Dinas Pariwisata.

Ada tiga kelurahan yang menangapit muara Lakologou yakni Kelurahan Lakologou, Lowu-lowu dan Liabuku. Kendati secara administrasi masuk dalam kelurahan, kini kawasan muara Lakologou sudah masuk kategori desa wisata Limbo Bungi yang diakui oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Rute ke Muara Lakologou

Amazon-nya Indonesia Bernama Muara Lakologou, Rumah bagi Ribuan Kelelawar
Pokdarwis Limbo Bungi mengantar para wisatawan keliling Muara Lakologou. (Sumber Foto: Erna)

Kawasan ini masuk dalam wilayah Kota Baubau. Kota Baubau dapat diakses melalui jalur darat, laut dan udara. Jalur laut Kota Baubau memiliki Pelabuhan Murhum Baubau yang dikelola Kementerian Perhubungan dan masuk dalam jalur tol laut kapal penumpang milik PT Pelni yang berlayar di wilayah tengah dan timur Indonesia termasuk kapal lokal seperti kapal cepat dari Kendari dan Raha.

Selain itu terdapat pula Bandara Betoambari dengan rute penerbangan domestik. Biasanya akses ke Baubau, pesawat akan transit di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan sebelum menuju ke Baubau.

Letak kawasan muara kurang lebih 9 kilometer (km) dari pusat Kota Baubau dan 18 km dari Bandara Betoambari. Jarak tempuh dari pusat Kota Baubau 12-15 menit dan 25-30 menit dari bandara. Perjalanan ke Lakologou bisa menggunakan roda dua maupun roda empat.

Muara Lakologou hanyalah salah satu spot wisata di Limbo Bungi. Ada objek wisata alam lain yang biasanya juga bersamaan dikunjungi wisatawan yakni Air Terjun Kogawuna.

Air Terjun Kogawuna dari pusat pemukiman Kelurahan Lakologou memiliki jarak kurang lebih 10 km. Dapat dijangkau menggunakan roda dua maupun roda empat. Jalan menuju ke sana juga masuk ke dalam jalur ring road Kota Baubau dengan kondisi mulus.

Akses ke air terjun dari jalan poros tidak terlalu jauh hanya 300 meter, medannya mudah tapi Anda perlu berhati-hati saat menyeberangi sungai karena melewati jembatan besi yang merupakan tempat aliran pipa air bersih milik warga.

Air Terjun Kogawuna memiliki keindahan alam yang masih alami. Di sekitarnya ditumbuhi pepohonan yang masih rindang sehingga menambah kesejukan ketika Anda berkunjung. Suara arus air yang mengalir pada batuan sungai terdengar memecah suasana keheningan di dalam hutan. Air sungai terasa dingin dan terdapat beberapa spot untuk berfoto dengan latar air jatuh yang tinggi sekitar 7 meter. Anda juga bisa menelusuri bantuan besar yang ada di kawasan wisata air terjun ini.

Dengan begitu Desa Wisata Limbo Bungi merupakan salah satu destinasi wisata pilihan di Kota Baubau yang menyuguhkan keindahan alam hutan mangrove, muara, air terjun, kuliner yang dapat dinikmati dalam satu lokasi. (===)

Reporter: Tim Redaksi
Editor: Jumriati

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI

  • Bagikan