14 July 2024
Indeks

Menikmati Pendar Mentari di Padamarang

  • Bagikan
Vhiky Loliwu ketika berada di puncak Padamarang.
Vhiky Loliwu ketika berada di puncak Padamarang.

SULTRATOP.COM – Di sebelah timur Teluk Bone, terdapat sebuah tempat yang menyimpan pesona alam dengan segala kemegahannya. Namanya adalah Pulau Padamarang, sebuah destinasi wisata yang di puncaknya menawarkan panorama matahari terbit (sunrise) dan terbenam (sunset) yang memukau.

Terletak di ketinggian bukit, puncak Padamarang memberikan pemandangan matahari terbit, di mana langit dan laut seolah berpelukan dalam warna kebiruan menyambut pendar mentari secara perlahan dari garis ujung lautan.

Iklan Astra Honda Motor Sultratop

Demikianlah apa yang dialami Vhiky Loliwu ketika mendaki puncak Padamarang bersama kawan-kawannya. Baginya pemandangan pada saat fajar menyingsing jelang pagi itu adalah sebaik-baik suasana kebatinan dalam menikmati alam.

Sebagai pencinta perjalanan wisata, ia sudah banyak mendaki di beberapa tempat wisata Sulawesi Tenggara termasuk ke puncak Ahuawali dan Puncak Laugi. Namun menurutnya, tidak ada yang mampu mengalahkan pesona Padamarang yang ia alami di pagi itu.

Ketika mendapati sunrise yang begitu adalah saat perjalanannya yang ke tiga yakni tahun 2021. Kebetulan suasananya sedang cerah, Vhiky pun dapat mengamati sunrise dengan sangat jelas dan mengabadikannya dalam beberapa foto.

β€œMomennya kita naik itu memang pas dapat sunrise. Tanda-tandanya itu kalau sudah mulai muncul, langitnya berwarna orange,” tutur Vhiky yang hanya berada di puncak selama kurang lebih tiga jam lalu balik ke tenda kamping di pantai bagian bawah pulau.

Sementara ketika pertama kali ke Padamarang pada 2020, ia mendapati momen sunset yang tak kalah menarik untuk dinikmati. Ia menyaksikan langit perlahan berubah warna jingga dan merah, sementara matahari perlahan menghilang di balik cakrawala.

Kunjungan pertama dan ketiganya itu jadi momen berkesan. Sementara pada kunjungannya yang kedua dalam kondisi cuaca sedang kurang bagus sehingga pemandangan langit tidak begitu kentara.

Namun menurutnya Padamarang bukanlah hanya tentang sunrise dan sunset tapi ini adalah tempat di mana kemewahan alam berbicara dalam keheningan yang menenangkan. Angin sepoi-sepoi dari laut memberikan kesegaran yang sempurna, menemani setiap pengunjung yang duduk di tepi tebing.

Potensi Wisata

Puncak Padamarang.
Puncak Padamarang.

Pulau Padamarang merupakan salah satu objek wisata di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menawarkan pengalaman berwisata gunung sekaligus bahari dalam satu tempat. Pulau ini juga dikenal memiliki panorama indah yang dijamin bakal memanjakan mata pengunjung.

Secara geografis, Pulau Padamarang berada di Teluk Bone, teluk yang menghubungkan Sulawesi Tenggara dengan Sulawesi Selatan. Sedangkan secara administratif, Pulau Padamarang masuk dalam wilayah Desa Towua, Kecamatan Wundulako, Kolaka.

Dulunya, Pulau Padamarang dihuni oleh masyarakat Kabupaten Kolaka dan menjadi salah satu perkampungan, tapi kini pulau ini sudah tidak berpenghuni.

Pulau Padamarang saat ini masuk dalam kawasan konservasi di bawah pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sultra. BKSDA berkolaborasi dengan TNI menjaga kawasan ini.

Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Sultra Sakrianto Djawie mengatakan, Pulau Padamarang memiliki potensi wisata yang sangat menjanjikan.

Ada banyak pilihan spot wisata di Pulau Padamarang. Wisatawan juga tinggal memilih ingin berwisata bahari, mendaki ke puncak Padamarang, atau bahkan melakukan aktivitas keduanya.

Potensi wisata di Pulau Padamarang ada fun diving, snorkeling, atau sekadar bermain di pantai berpasir putih. Tak kalah menarik adalah wisata pendakian. Dari atas puncak, pengunjung bisa melihat view Pulau Padamarang yang begitu indah dan menakjubkan.

Perpaduan Wisata Gunung dan Bahari

Pulau Padamarang memiliki pegunungan rendah dengan tekstur tanah bebatuan. Ketinggiannya antara 300-650 meter di atas permukaan laut (mdpl). Di sini tumbuh berbagai jenis flora, salah satunya pohon santigi, pohon endemik asal Sultra.

Untuk fauna, di Pulau Padamarang hidup berbagai spesies jenis burung, beberapa jenis ular termasuk ular sanca. Juga dijumpai beberapa satwa liar, seperti burung gosong (Megapodius sp) dan angsa batu (Sula sp).

Rahmat Hidayat, salah seorang pemuda asal Kolaka yang ikut membuka jalur tracking ke puncak Padamarang mengatakan, jika dilihat dari ketinggian 650 mdpl, Pulau Padamarang mirip Pulau Padar di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang populer dengan keindahannya.

Untuk menikmati keindahan dari puncak, kata Rahmat, pengunjung harus menyiapkan tenaga yang cukup kuat, karena perjalanan untuk sampai ke puncak Padamarang memakan waktu sekitar 3-4 jam.

Rahmat menyarankan jika ingin mendaki, waktu yang tepat untuk berangkat di subuh hari, karena siang hari udara terasa sangat panas.

Meski mendaki di puncak Padamarang membutuhkan tenaga ekstra, namun kata Rahmat semua itu akan terbayar dengan keindahan Pulau Padamarang.

Dalam perjalanan menuju puncak, pengunjung akan menjumpai sejumlah tanaman seperti anggrek dan kantung semar, itupun kalau beruntung.

Berpindah ke pantai, ekosistem pantai Pulau Padamarang ditumbuhi berbagai jenis tanaman vegetasi pantai antara lain cemara laut, waru laut, beringin laut, pandan duri, dan bakau.

Di perairan, sedikitnya terdapat 16 spesies terumbu karang, 13 spesies ikan karang dan ikan hias, 17 spesies ikan konsumsi, 14 spesies moluska, dan 8 jenis rumput laut.

Kekayaaan perairan Padamarang ini membuat pemandangan bawah laut pulau ini tak kalah menarik dengan kawasan wisata bahari lainnya di Sultra.

Akses ke Pulau Padamarang

Kapal menjadi satu-satunya moda transportasi yang bisa digunakan untuk sampai ke Pulau Padamarang. Start dari Pelabuhan Perikanan Kolaka, Padamarang ditempuh dengan waktu sekitar 2-3 jam.

Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Sultra Sakrianto Djawie mengatakan, saat ini biaya kapal untuk menyeberang ke Pulau Padamarang dipatok Rp1 juta sampai Rp1,5 juta untuk pergi dan pulang, tergantung besar dan kecilnya kapal.

“Satu kapal itu bisa muat 10-15 orang,” ujarnya.

Untuk kapal penyeberangan ini, pihak BKSDA memberdayakan masyarakat Desa Towua dengan memberikan bantuan mesin kapal yang digunakan mengantar wisatawan.

Sesampainya di Padamarang, pengunjung akan langsung dimanjakan dengan pemandangan bukit dan air laut yang jernih di dermaga. Hamparan pasir putih pun seakan ikut menyambut setiap wisatawan yang menginjakkan kaki di pulau ini.

Namun, kata Sakrianto, sampai saat ini belum ada investor yang melirik untuk mengembangkan kawasan wisata ini, padahal potensinya sangat menjanjikan

Pemerintah Provinsi Sultra pun terus berupaya memperkenalkan objek wisata Pulau Padamarang. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memasukkan pulau tersebut ke dalam satu dari tujuh pariwisata prioritas di Sultra.

Pemprov Sultra memasukkan Pulau Padamarang menjadi pariwisata prioritas berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sultra, H. Ali Mazi dengan Nomor 310 Tahun 2022 tentang Penetapan Sulawesi Tenggara Penyangga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Wakatobi. (—)

Reporter: Tim Redaksi

Editor: Jumriati

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI

  • Bagikan