30 September 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

Ekonomi Sultra Diproyeksi Menguat di Triwulan III 2026, BI Ungkap Faktor Pendorongnya

  • Bagikan
Ekonomi Sultra Diproyeksi Menguat di Triwulan III 2026, BI Ungkap Faktor Pendorongnya
Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, saat memaparkan materi terkait perkembangan makro ekonomi Sulawesi Tenggara dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) di Kendari, Selasa (29/9/2026) malam. (Foto: Sultratop.com)

SULTRATOP.COM, KENDARI — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara optimistis pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan III 2026 akan terus menguat dan tetap berada di atas rata-rata nasional. Perekonomian Sultra pada triwulan II 2026 sebelumnya telah mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 6,19 persen (yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,29 persen (yoy).

Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, menjelaskan momentum pertumbuhan ini dipicu oleh mulai beroperasinya proyek hilirisasi tambang nikel tingkat tinggi hingga bahan baku baterai. Meski sempat tertunda akibat kendala pasokan bahan baku dari kawasan Timur Tengah yang bergejolak, aktivitas produksi diperkirakan mulai melaju kencang pada triwulan ketiga ini.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Agustus 2026

“Proyeksi kita pada triwulan III akan meningkat dan harapan kita tetap berada di atas pertumbuhan nasional untuk mendukung perekonomian hingga akhir tahun,” ujar Edwin saat Bincang Bareng Media di Kendari, Selasa (29/9/2026) malam.

Selain sektor pertambangan, strategi BI Sultra juga menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi ke sektor-sektor berkelanjutan, seperti ekonomi hijau dan ekonomi biru. Mengingat Sultra memiliki wilayah perairan yang luas, potensi energi terbarukan mulai dari tenaga angin hingga laut, perlu dimanfaatkan secara optimal agar tidak hanya bergantung pada hasil tambang.

Untuk menopang perekonomian daerah, BI Sultra juga terus memperkuat kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga insan pers. Berbagai program strategis disiapkan, seperti kegiatan bisnis matching untuk mendorong UMKM dan pondok pesantren (ponpes) menembus pasar ekspor, hingga pengembangan sektor pariwisata unggulan seperti Wakatobi, Labengki, dan Buton.

Sebagai komitmen dalam merumuskan kebijakan yang inklusif, BI Sultra kembali menggelar Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (Forkestra) 2026. Ajang ini berhasil menjaring 964 pendaftar dan 405 karya ilmiah atau opini dari kalangan mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum. Angka partisipasi karya tulis tersebut meningkat 33,2 persen dibandingkan tahun 2025.

Mengusung tema “Mewujudkan Ekosistem Ekonomi Sulawesi Tenggara yang Inklusif, Mandiri, dan Berdaya Saing Global”, forum ini berfokus pada lima subtema strategis: hilirisasi dan ketahanan pangan, konektivitas wilayah, inovasi dan tata kelola, ekonomi inklusif, serta peningkatan kualitas SDM.

Karya-karya ilmiah tersebut dinilai langsung oleh tim penguji profesional dan profesor, serta dipresentasikan bersama jajaran kepala dinas dari pemerintah daerah.

“Output yang kami harapkan bukan sekadar karya tulis, melainkan gagasan konkret yang dapat direkomendasikan kepada pemerintah daerah. Misalnya, riset terkait penerapan ekonomi biru di Wakatobi atau langkah penanganan inflasi pangan,” tutur Edwin.

Rangkaian FORKESTRA 2026 akan mencapai puncaknya pada Seminar Nasional tanggal 5 Oktober 2026. Acara tersebut bakal menghadirkan ekonom nasional Irman Faiz dan influencer Gen Z Xaviera Putri, sekaligus mengumumkan para pemenang lomba opini yang gagasannya siap diimplementasikan demi kemajuan ekonomi daerah. (B/ST)

Laporan: M11
Editor: Jumriati

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan
Jadikan Sultratop.com sumber preferensi berita Anda.
Sumber Terverifikasi Kelola Preferensi →
  • Bagikan