19 September 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

MBG Picu Keracunan 58 Siswi di Kendari, Orang Tua Mulai Cemas

  • Bagikan
MBG Picu Keracunan 58 Siswi di Kendari, Orang Tua Mulai Cemas
Kepala Sekolah MTs Al Askar Kendari, Wa Ode Nurliati Fahidu terlihat sedih melihat anak siswi mereka terbaring lemas setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG). (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Kasus keracunan massal yang dialami 58 siswi Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTs) Al Askar Kendari setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG) memicu keresahan orang tua. Mereka meminta program pemerintah tersebut dievaluasi untuk memastikan makanan yang diberikan kepada siswa aman dan layak dikonsumsi.

Salah satu orang tua murid, Hasrul (50), mengaku cemas setelah mengetahui anaknya, Andi Nurhalifa (15), yang duduk di bangku kelas III MTs Al Askar Kendari, menjadi salah satu korban.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor Agustus 2026

Pria asal Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan Suku Bajo itu mengatakan, anaknya kini terbaring lemas dan mendapatkan perawatan di BLUD UPTD Puskesmas Lepo-lepo.

MBG Picu Keracunan 58 Siswi di Kendari, Orang Tua Mulai Cemas
Orang tua siswi, Hasrul (50), mengaku sedih lantaran anaknya Andi Nurhalifa (15) yang duduk di bangku kelas III MTs Al Askar Kendari terbaring lemas di pusat layanan kesehatan BLUD UPTD Puskesmas Lepo-lepo. (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

“Itu dia masalahnya, ikan yang tidak segar apalagi bermalam tidak bisa dimakan seharusnya,” kata Hasrul kepada awak media, Sabtu (19/9/2026) siang.

Peristiwa tersebut juga membuat Hasrul khawatir dan meminta anaknya lebih berhati-hati terhadap makanan yang dikonsumsi setelah kembali bersekolah.

“Nanti kalau sudah sembuh, dan kembali bersekolah sebaiknya jangan makan MBG. Nasinya saja, tapi jangan dulu makan sama sekali itu MBG,” ucapnya sambil tersenyum.

Menurut Hasrul, program MBG yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) perlu dievaluasi agar makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar aman untuk dikonsumsi.

“Saya pribadi sebaiknya tidak usah diteruskan, karena kita tahu makanan begini ada yang baru dan tidak karena campur,” ujarnya.

Meski merupakan program pemerintah, Hasrul menilai makanan yang diberikan kepada siswa seharusnya mampu memberikan rasa aman dan sehat karena dikonsumsi secara rutin.

Ia juga meminta agar bahan makanan yang sudah tidak layak konsumsi tidak diberikan kepada anak-anak.

“Kita ini orang suku Bajo sudah tahu memang yang mana ikan paling layak untuk dimakan, ibarat kata ikan itu sudah mati berkali-kali kalau bermalam,” tegas Hasrul.

Sekolah Menyayangkan Peristiwa Keracunan MBG

Kepala Sekolah MTs Al Askar Kendari, Wa Ode Nurliati Fahidu, mengungkapkan pihak sekolah turut menyayangkan peristiwa yang menimpa puluhan siswinya setelah mengonsumsi menu MBG.

Menurutnya, makanan bergizi gratis tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga.

MBG Picu Keracunan 58 Siswi di Kendari, Orang Tua Mulai Cemas
Dapur MBG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

Sampai saat ini, pihak sekolah masih fokus pada proses penyembuhan dan pemantauan kondisi anak-anak yang terdampak. Setelah kondisi mereka membaik, pihak sekolah bersama yayasan akan membahas kembali pelaksanaan dan penerima manfaat program MBG.

“Kita tetap berpikir positif dengan pemerintah mengadakan program, insyaallah ada manfaatnya untuk kita, tapi kita juga harus melihat apa yang kita terima pada hari ini. Pihak sekolah sangat menyayangkan kejadian ini dan menjadi pelajaran untuk kami,” ungkap Wa Ode Nurliati Fahidu.

Selama ini, salah satu menu yang disalurkan kepada siswa berupa ikan tuna. Namun, pengolahan makanan tersebut dilakukan oleh SPPG Watubangga.

Pihak sekolah menyebut makanan yang disalurkan selama ini selalu dianggap segar. Namun, dalam kejadian tersebut, bahan makanan berupa ikan tuna diduga menjadi salah satu penyebab yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

MTs Al Askar Kendari mulai menerima manfaat program MBG sejak April 2026 dan pelaksanaannya berlangsung normal selama beberapa bulan.

Memasuki bulan kelima, menu MBG yang terdiri dari nasi putih, tuna balado, tumis kol wortel, oseng tahu, dan buah kelengkeng dikonsumsi siswa pada Jumat (18/9/2026) siang.

Setelah itu, puluhan siswi mengalami keluhan kesehatan dan mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

Informasi yang dihimpun Sultratop.com, anak-anak yang mendapatkan perawatan mayoritas menggunakan kartu BPJS.

Ke depan, apabila terdapat orang tua yang merasa keberatan atau ingin menempuh langkah hukum terkait kejadian tersebut, pihak MTs Al Askar Kendari menyatakan akan menerima pelaporan untuk kemudian ditindaklanjuti, termasuk jika diperlukan melalui kepolisian.

Dari total 58 korban, mereka tersebar di tiga fasilitas pelayanan kesehatan. Sebanyak 27 orang dirawat di UPTD Puskesmas Lepo-lepo, 11 orang di UPTD Puskesmas Ranomeeto, dan 20 orang di Rumah Sakit Dewi Sartika.

MBG Picu Keracunan 58 Siswi di Kendari, Orang Tua Mulai Cemas
Dapur MBG SPPG Watubangga. (Foto: Bambang Sutrisno/SULTRATOP.COM)

Hingga Sabtu (19/9/2026), sebanyak enam pasien masih menjalani perawatan dan observasi. Lima orang masih berada di UPTD Puskesmas Lepo-Lepo, sedangkan satu orang dirawat di Rumah Sakit Dewi Sartika.

Sementara itu, 52 pasien lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Kepala UPTD Puskesmas Lepo-lepo, Dewi Sultriana, menjelaskan mayoritas siswi mulai menunjukkan kondisi membaik setelah mendapatkan penanganan medis sejak Jumat (18/9/2026).

“Rata-rata usia pasien 12 sampai 15 tahun mayoritas anak-anak masih perlu diobservasi beberapa jam kemudian dipulangkan. Secara medis keadaan mereka sudah membaik,” jelas Dewi Sultriana.

Berdasarkan pantauan di lapangan, awak Sultratop.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala SPPG Watubangga, Sabdi Rasyid, di lokasi dapur MBG.

Namun, hingga memasuki waktu petang, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan terkait menu makanan yang dikonsumsi para siswi dan dugaan penyebab keracunan massal di MTs Al Askar Kendari. (A/ST)

 

Laporan: Bambang Sutrisno

Editor: Muhamad Taslim Dalma

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan
Jadikan Sultratop.com sumber preferensi berita Anda.
Sumber Terverifikasi Kelola Preferensi →
  • Bagikan