SULTRATOP.COM, KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menghadirkan sembilan unit ambulans laut untuk memperkuat akses dan mempercepat layanan rujukan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Program Gubernur Andi Sumangerukka (ASR) ini tidak sekadar menambah armada, tetapi juga membangun jejaring ambulans laut yang terintegrasi agar pasien dapat ditangani dengan lebih cepat dan aman menuju fasilitas kesehatan rujukan.
Bagi sebagian besar masyarakat Sulawesi Tenggara, laut bukan sekadar pemisah antarwilayah, melainkan jalan utama menuju layanan kesehatan. Dalam situasi darurat, setiap detik sangatlah berharga.
Oleh karena itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, Andi Edy Surahmat mengatakan Pemprov Sultra merancang strategi memperkuat akses rujukan melalui jejaring ambulans laut yang saling terhubung guna menjangkau lebih banyak wilayah secara efektif dan efisien.
Program strategis ini terdiri dari sembilan unit ambulans laut, yang terbagi menjadi 4 unit tipe besar dan 5 unit tipe medium. Kesembilan armada tersebut dirancang untuk membentuk jejaring rujukan yang melayani 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara:
- Ambulans Laut Tipe Large/Besar (4 Unit): Diprioritaskan untuk koridor dengan rute perjalanan yang lebih jauh, perairan yang lebih terbuka, serta membutuhkan stabilitas dan kemampuan operasi tinggi. Armada ini ditempatkan di Wakatobi, Bombana, Buton Selatan, dan Buton Utara.
- Ambulans Laut Tipe Medium (5 Unit): Disiapkan untuk rute antarpulau dan lokal yang membutuhkan fleksibilitas serta kemudahan akses. Penempatannya meliputi Konawe Kepulauan, Muna, Muna Barat, Buton Tengah, dan Konawe Utara.
Bagaimana Sistem Ini Bekerja?
Ketika pasien membutuhkan rujukan, puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama akan terhubung dengan ambulans laut. Pasien kemudian dibawa menuju rumah sakit kabupaten/kota atau hub rujukan (seperti Bau-Bau dan Kendari), sebelum akhirnya diteruskan ke rumah sakit rujukan definitif sesuai kompetensi penanganan.
Konsep utama program ini adalah coverage (cakupan wilayah). Artinya, satu basis ambulans laut dapat melayani beberapa wilayah dalam koridor operasinya. Dengan pendekatan ini, pemerintah tidak sekadar membagi kapal secara merata, tetapi memastikan armada berada di lokasi yang memberikan manfaat terbesar.
“Karena dalam kondisi darurat, yang dibutuhkan bukan hanya kapal yang tersedia, tetapi kapal yang tepat, berada di lokasi yang tepat, melayani rute yang tepat, dan mampu membawa pasien menuju fasilitas kesehatan secara aman dan cepat,” tutur Andi Edy Surahmat melalui video publikasi Dinas Kominfo Sultra, Sabtu (5/9/2026).
Ambulans laut Sultra hadir bukan sekadar sebagai moda transportasi air, melainkan bagian dari komitmen untuk membangun akses kesehatan yang terhubung, efektif, dan menjangkau masyarakat kepulauan. Sebab, lanjut dia, jarak tidak boleh menjadi penghalang bagi siapa pun untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sebelumnya, dalam Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026, disepakati bersama DPRD untuk penambahan tujuh unit ambulans laut dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Penambahan tersebut melengkapi dua unit ambulans laut yang telah dialokasikan dalam APBD induk 2026, sehingga total rencana pengadaan ambulans laut pada tahun ini mencapai sembilan unit.
Sebagai informasi, salah satu program prioritas Andi Sumangerukka yang ditawarkan sejak masa kampanye pada bidang kesehatan adalah Layanan Ambulans Darat dan Laut Gratis (LARIS). Program ini diharapkan menjadi bentuk komitmen menghadirkan negara hingga ke pelosok dan wilayah kepulauan. (===)
Editor: Muhamad Taslim Dalma




















