18 July 2026
Indeks
Banner AMSI Sultratop.com

BMKG: El Nino Kuat Bertahan hingga 2027, Delapan Wilayah di Sultra Waspada Kekeringan

  • Bagikan
BMKG: El Nino Kuat Bertahan hingga 2027, Delapan Wilayah di Sultra Waspada Kekeringan
Data analisis anomali suhu muka laut. (Foto: Istimewa)

SULTRATOP.COM, KENDARI — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam beberapa waktu ke depan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh masa peralihan musim (pancaroba) yang masih memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di beberapa daerah.

Berdasarkan informasi yang diterima sultratop.com, kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir terasa lebih dingin pada malam hari dengan tiupan angin yang relatif kencang. Kondisi ini dipengaruhi oleh menguatnya angin Monsun Australia (angin timuran) yang membawa massa udara kering dan dingin ke wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara.

Iklan Sultratop Astra Honda Motor April 2026

Di sisi lain, massa udara kering tersebut juga menyebabkan pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Sultra berkurang sehingga cuaca cenderung cerah hingga berawan.

Prakirawan Meteorologi (PMG) Ahli Muda Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Zaenuddin, mengatakan fenomena El Nino pada Juli 2026 telah memasuki kategori El Nino kuat dan diperkirakan akan bertahan hingga Januari 2027.

“Selanjutnya, intensitas El Nino diprediksi menurun menjadi kategori moderat hingga Maret 2027. Fenomena El Nino kuat ini berpengaruh terhadap musim kemarau di Sulawesi Tenggara yang ditandai dengan semakin berkurangnya curah hujan,” ujar Zaenuddin kepada Sultratop.com, Jumat (17/7/2026).

Meski demikian, ia menegaskan musim kemarau bukan berarti hujan tidak akan turun sama sekali.

“Musim kemarau bukan berarti tidak akan ada hujan sama sekali. Curah hujan dan jumlah hari hujan hanya cenderung berkurang. Hujan pada musim kemarau umumnya terjadi secara sporadis atau tidak merata, dipengaruhi kondisi lokal maupun topografi wilayah, dengan intensitas ringan dan berlangsung dalam waktu singkat,” jelasnya.

Berdasarkan data pengamatan Pos Hujan periode Juli I 2026, sebanyak 15 dari 19 Zona Musim (ZOM) di Sulawesi Tenggara telah memasuki musim kemarau.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan selama musim kemarau dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh, menghindari aktivitas berlebihan di bawah terik matahari, menggunakan pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan, serta menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah munculnya berbagai penyakit.

Sementara itu, status potensi kekeringan di Sulawesi Tenggara masih berada pada kategori waspada di sejumlah wilayah, meliputi Kota Baubau, Kabupaten Bombana, Kabupaten Buton Selatan, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Kolaka Timur, Kabupaten Muna, dan Kabupaten Wakatobi.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim melalui situs resmi BMKG maupun aplikasi Info BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan dampaknya. (B/ST)

Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Jumriati

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan