SULTRATOP.COM, KONAWE — Sebanyak 69 Calon Siswa (Casis) Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 resmi diterima di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulawesi Tenggara melalui upacara serah terima dari Biro SDM Polda Sultra yang digelar di SPN Polda Sultra, Kamis (16/7/2026).
Prosesi serah terima diwakili oleh Kabag Binkar Biro SDM Polda Sultra, AKBP I Gusti Gde Raka Mertayasa, dan diterima langsung oleh Kepala SPN Polda Sultra, Kombes Pol I Gusti Agung Dhana Aryawan.
Dalam sambutannya, Ka SPN Polda Sultra menyampaikan apresiasi kepada Biro SDM Polda Sultra beserta seluruh panitia rekrutmen yang telah melaksanakan proses seleksi secara profesional sehingga berhasil menjaring putra-putri terbaik Sulawesi Tenggara untuk mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri.
Menurutnya, keberhasilan para casis hingga memasuki gerbang pendidikan merupakan buah dari perjuangan panjang melalui proses seleksi yang ketat, objektif, dan penuh persaingan.
Ia kemudian menyambut seluruh calon siswa di SPN Anggotoa yang dikenal sebagai “Bumi Kandung” para Bintara Polri. Menurutnya, selama menjalani pendidikan di lembaga tersebut, para casis akan ditempa menjadi insan Bhayangkara yang profesional, berintegritas, dan berkarakter, serta siap mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Ka SPN menegaskan bahwa menjadi anggota Polri bukan sekadar profesi, melainkan sebuah pilihan hidup yang menuntut dedikasi, disiplin, dan tanggung jawab. Karena itu, seluruh calon siswa diminta mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan akademik agar mampu mengikuti setiap tahapan pendidikan sesuai kurikulum pembentukan Bintara Polri.
“Perlu diingat, kalian adalah 69 putra-putri terbaik Sulawesi Tenggara yang berhasil mengalahkan ribuan pendaftar. Seluruh program pendidikan telah dirancang untuk membentuk kalian menjadi anggota Polri yang profesional, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengikuti setiap proses pendidikan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Mengakhiri arahannya, Ka SPN memberikan motivasi kepada seluruh calon siswa agar tetap teguh menjalani setiap tantangan selama masa pendidikan. Menurutnya, berbagai kesulitan yang akan dihadapi merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan mental seorang Bhayangkara.
“Akan ada seribu alasan bagi kalian untuk menyerah, namun hanya ada satu alasan untuk tetap bertahan, yaitu cita-cita menjadi patriot bangsa dan Bhayangkara sejati yang mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (b-/ST)
Laporan: Bambang Sutrisno
Editor: Jumriati















